Selain Jembatan Ambruk, Rumah Warga di Kluet Tengah Terancam Erosi

Jembatan penghubung antar gampong di Siurai-Urai ambruk Pasca luapan sungai Kluet, pada Sabtu (06/05/2023) lalu. ANTARAN/foto ist
Bagikan:

Selain menyebabkan ambruknya jembatan yang merupakan satu-satunya jalan untuk menuju pusat Kecamatan, luapan sungai Kluet juga mengancam satu unit rumah warga gampong Siurai-urai akibat erosi sungai Kluet.

Jurnalis : Sahidal Andriadi

ANTARAN|TAPAKTUAN – Pasca meluapnya sungai kluet beberapa waktu lalu, disebabkan intensitas hujan yang tinggi melanda Kabupaten Aceh Selatan menyebabkan pondasi jembatan penghubung antar gampong yang berada di gampong Siurai-Urai, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan ambruk.

Keuchik gampong Siurai-Urai, Zairin Amin kepada Antaran mengatakan, Selasa (09/05/2023), kondisi itu disebabkan rendahnya talut pada posisi ambutmen jembatan gantung yang menyebabkan luapan sungai Kluet menghantam plat deker pada jembatan yang ambruk.

Baca Juga:  Sekda Aceh Selatan Terima Penghargaan Anugerah Reksa Bandha DJKN Aceh 2022

“Akibat curah hujan sangat tinggi sungai Kluet meluap di dekat jembatan gantung dikarenakan rendahnya bangunan talut di kepala jembatan, luapan sungai Kluet itu mengalir ke arah plat deker jembatan siurai-urai yang ambruk dikarenakan sungai Kluet terlalu besar terjadi robohnya plat deker yang ada di gampong siurai urai,” kata Zairin Amin.

Dikatakan, dengan kondisi jembatan yang ambruk tersebut membuat mobilitas warga yang hendak melakukan aktifitas ke kebun maupun ke gampong seberang atau ke pusat Kecamatan menjadi terganggu.

Baca Juga:  Terduga Eksekutor Petani Sawit di Abdya, Ternyata Mantan Napi Narkoba
Satu unit rumah warga di gampong Siurai-urai Kecamatan Kluet Tengah, terancam erosi Sungai Kluet. ANTARAN/foto ist

“Untuk saat ini masyarakat Gampong siurai-urai sulit untuk melewati jika ingin bepergian ke arah pusat kecamatan Kluet tengah. Semoga pemerintah cepat menangani deker tersebut salah satu untuk penimbunan karena ambruk atau putusnya deker tersebut karena besarnya air sungai kluet masuk ke saluran atau irigasi didekat jembatan gantung karena kurang tinggi penimbunan tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata Zairin Amin, selain menyebabkan ambruknya jembatan yang merupakan satu-satunya jalan untuk menuju pusat Kecamatan, luapan sungai Kluet juga mengancam satu unit rumah warga gampong Siurai-urai akibat erosi sungai Kluet.

Baca Juga:  Terkait Pengungsi Rohingya, Akademisi UTU Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi dan Menyudutkan UNHCR¬†

“Selain jembatan, ada satu unit rumah warga yang terancam ambruk yang hanya tinggal lebih kurang 4 sampai 3 meter lagi dari bibir sungai. Untuk mengurangi kepanikan pemilik rumah, kami bersama warga gotong royong guna mengurangi debit air ke rumah tersebut,” demikian katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.