Selama Curah Hujan Tinggi, BPBK Abdya Ingatkan Warga Tetap Waspada

Kepala BPBK Abdya, Armayadi ST
Bagikan:

“Kami imbau masyarakat untuk mewaspadai segala bentuk kemungkinan yang terjadi, sebab bencana itu bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.

Jurnalis : Agus

ANTARAN|BLANGPIDIE – Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat Daya (Abdya), mengingatkan seluruh warga kabupaten setempat untuk tetap waspada selama curah hujan tinggi. Apalagi beberapa hari lalu, sejumlah kabupaten tetangga seperti Aceh Barat, Nagan Raya termasuk Aceh Selatan dilanda banjir hebat.

Kepala BPBK Abdya, Armayadi ST Jumat (24/11/2023) mengatakan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh telah mengeluarkan peringatan dini cuaca di Aceh untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angina kencang dan lainnya akibat hujan lebat yang terus menerus maupun dengan durasi lama.

Baca Juga:  Klinik RMC Abdya Buka Layanan Rawat Inap Pakai BPJS, Ada Dokter Spesialis

Kondisi guyuran hujan lebat dalam waktu yang lama ini telah terjadi sejak beberapa pekan terakhir, sehingga membuat debit air di sejumlah aliran sungai meningkat. Namun berdasarkan pantauan petugas BPBK di lapangan, guyuran hujan dengan intensitas tinggi itu belum terlalu berdampak buruk terhadap pemukiman warga yang berada dekat dengan daerah aliran sungai (DAS).

“Kami imbau masyarakat untuk mewaspadai segala bentuk kemungkinan yang terjadi, sebab bencana itu bisa terjadi kapan saja. Apalagi sejumlah kawasan di Abdya memang kerap menjadi sasaran banjir luapan, terutama kawasan pemukiman warga yang dengan DAS,” ujarnya.

Terkait kondisi itu, pihaknya terus melakukan patroli ke sejumlah wilayah yang dianggap rawan terjadi banjir luapan. Mulai dari Kecamatan Babahrot, Kuala Batee, Jeumpa, Susoh, Blangpidie, Setia, Tangan-Tangan, Manggeng hingga Lembah Sabil.

Baca Juga:  Warga Kampung Jawa Sembelih Hewan Kurban 12 ekor Lembu, 4 Kambing

Pihaknya juga mengingatkan warga agar tidak mengotori sungai, saluran air dengan melakukan pembuangan sampah. Sebab hal itu dapat memicu terhambatnya aliran air bahkan bisa meningkatkan sedimen di dalam DAS maupun saluran air yang membuat air bisa meluap sekita.

Ditambahkan, guyuran hujan juga membuat air di sejumlah aliran sungai seperti di Krueng Babahrot, sungai di kawasan Kuala Batee, Jeumpa, Kreung Beukah yang bermuara hingga ke muara Kuala Batu, aliran sungai di Kecamatan Tangan-Tangan, Krueng Manggeng dan Kreung Baru yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Selatan menjadi keruh bercampur lumpur.

Hal tersebut dikarenakan tingginya curah hujan yang mengikis tanah pegunungan sehingga terseret ke dalam aliran sungai. Aliran air pada sungai yang biasanya stabil, pasca diguyur hujan, membuat debit air meningkat bahkan derasnya aliran air membuat sampah, cabang dan ranting kayu terbawa arus.

Baca Juga:  Forkopimda Aceh Selatan Turun Langsung ke Lokasi Terdampak Banjir

Kondisi tersebut sangat berbahaya bagi masyarakat yang bermukim dekat dengan DAS, dikhawatirkan jika intensitas hujan terus meningkat, maka akan terjadi luapan air sungai dan merengsek masuk ke dalam pemukiman warga.

“Tetap waspada dan tetap menjaga kebersihan lingkungan agar aliran air menjadi lancar serta tidak terjadi luapan. Kami sejauh ini tetap melakukan pemantauan dengan menurunkan tim reaksi cepat (TRC) ke sejumlah titik yang memang dianggap rawan terjadinya luapan air,” imbuhnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.