Selamatkan Uang Negara, Wali Kota Apresiasi Polres Subulussalam

Kapolres Subulussalam, AKBP Yhogi Hadisetiawan, SIK, MIK dan Asisten II Setdako, Jhoni Arizal, S.STP, M.Si foto bersama menunjukkan barang bukti saat konferensi pers. ANTARAN / Khairul
Bagikan:

“Pencegahan terhadap penyelewengan penggunaan anggaran negara mengutamakan pengembalian kerugian ketika potensi kerugian itu sudah ditemukan,” pesan Yhogi.

Jurnalis : Khairul

ANTARAN|SUBULUSSALAM – Polres Subulussalam sukses menyelamatkan uang negara (dana BUMK 2018 – 2020) yang diduga disalahgunakan mantan Direktur Badan Usaha Milik Kampong (BUMK) Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam senilai Rp 108 juta.

Atas kesuksesan Polres Subulussalam tersebut, Wali Kota memberi apresiasi. Apresiasi disampaikan melalui Asisten II Setdako, Jhoni Arizal, saat memberi sambutan singkat gelar Konferensi Pers dipimpin Kapolres, AKBP Yhogi Hadisetiawan, SIK, MIK didampingi Kasat Reskrim M. Nasir, SH, MH di aula Mapolres Subulussalam, Jumat (18/8/2023) petang.

Baca Juga:  Solar Langka, Sopir Dam Truk di Simeulue Kesulitan Dapat BBM

Jhoni pun berharap tindakan perilaku menyalahgunakan uang negara tidak dilakukan para pejabat di lingkungan Pemko Subulussalam, termasuk para aparatur kampong.

Hadir bersama Inspektur Inspektorat Kota Subulussalam, Syarifuddin, unsur BUMK Senggersing dan sejumlah pihak terkait, Kapolres AKBP Yhogi H mengungkapkan, terduga pelaku penyalahguna uang BUMK, mantan Direktur BUMK, Sinaga tidak bisa mempertanggungjawabkan dana BUMK senilai Rp 108 juta dari total dan Rp 152 juta, berdasarkan hasil penyelidikan pihak Polres serta audit Inspektorat setempat.

Baca Juga:  Anggola Education Menggelar Aksi Kemanusiaan Gaseh Keu Nanggroe

Namun itikad baik terduga pelaku tunggal bersedia mengembalikan kerugian itu, praktis kasus tidak dinaikkan ke proses lebih lanjut. “Pencegahan terhadap penyelewengan penggunaan anggaran negara mengutamakan pengembalian kerugian ketika potensi kerugian itu sudah ditemukan,” pesan Yhogi.

Ketentuan ini kata Kapolres, Yhogi diatur dalam UU Nomor: 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal ini juga menyusul kesepakatan kepolisian dengan kejaksaan serta pembaharuan hukum tentang tindak pidana korupsi yang berprinsip mengutamakan pengembalian kerugian negara.

Baca Juga:  Murid SDN Sibreh Girang Dikunjungi Bunda PAUD Aceh

Pada konferensi pers turut diperlihatkan uang tunai senilai Rp108.832.657 juta ditandai penandatanganan berita acara terkait oleh mantan dan Direktur BUMK yang baru, Asisten II Setdako, Inspektur Inspektorat dan pihak terkait.

Sementara pengembalian uang senilai Rp 108 juta di sana menurut Kapolres, Yhogi ditransfer terduga pelaku, Sinaga ke Rekening BUMK Singgersing.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.