Selang Beberapa Hari, Harimau Kembali Terkam Tiga Petani Aceh Selatan

Petani yang jadi korban terkaman harimau sedang menjalani perawatan medis di Puskesmas Manggamat. Foto Dokumen Kepolisian. 
Bagikan:

“Peristiwa naas tersebut terjadi di kawasan yang sama. Hanya berselang beberapa hari, sudah jatuh korban lagi. Ini perlu tindak lanjut dan penanganan serius dari pihak berkompeten. Kluet Tengah benar-benar mencekam,” ujar Marwazi via pesan singkat.

Jurnalis : Dirman J

ANTARANNEWS.COM|TAPAKTUAN –Kondisi mencekam, setelah menyerang dan menerkam personel Tim Renger Forum Konservasi Leuser (FKL) di Pengunungan Sampali, Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh pada 28 Januari 2023, harimau Sumatera (Panthera Tigris) kembali mengamuk dengan menerkam tiga petani.

Baca Juga:  Forkopimda Kirim Box Trap ke Wilayah Hutan Simpali

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Nova Suryandaru melalui Kapolsek Kluet Tengah, Ipda Marwazi Lubis membenarkan harimau kembali menerkam masyarakat tani di Pengunungan Sampali, Gampong Koto pada Rabu (01/02/2023), dini hari sekira pukul 02.00 WIB.

“Peristiwa naas tersebut terjadi di kawasan yang sama. Hanya berselang beberapa hari, sudah jatuh korban lagi. Ini perlu tindak lanjut dan penanganan serius dari pihak berkompeten. Kluet Tengah benar-benar mencekam,” ujar Marwazi via pesan singkat.

Baca Juga:  Polres Simeulue Laksanakan Shalat Ied Bersama Warga

Marwazi menyebutkan, tiga korban yang menjadi sasaran amukan Siraja hutan itu adalah orang tua dengan anak, atas nama Amrizal, 65 tahun dan Habib, 29 tahun, penduduk Gampong Ladang Teungoh, Kecamatan Pasieraja, Aceh Selatan.

“Kedua korban mengalami luka berat dan kritis akibat terkaman dan cakaran harimau liar. Saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Manggamat. Sedangkan M Nasir, penduduk yang sama berhasil selamat dan tidak mengalami luka apapun,” terang Kapolsek.

Baca Juga:  Pj Bupati Syakir Sidak Kegiatan Fisik

Informasi yang kami peroleh, kata Marwazi, ketiga korban sudah bermalam (menginap) di areal kebun hutan Sampali selama enam hari / malam. Mereka melaksanakan aktivitas dan malas pulang pergi mengingat lokasi sangat jauh.

“Besar kemungkinan ke tiga petani yang diterkam harimau itu tidak mendapat informasi tentang peristiwa sebelumnya dan tidak mengetahui kondisi tentang harimau mulai memasuki pemukiman penduduk,” pungkas Marwazi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.