Sepanjang Tahun 2023 Angka Pernikahan di Abdya Naik, Perceraian Turun

ilustrasi Pernihakan/foto sumber Kompas.com
Bagikan:

“Jumlah keseluruhan pasangan yang menikah mulai dari bulan Januari-Desember sebanyak 1.143 pasangan. Dari jumlah tersebut, 368 pasangan diantaranya menikah di luar KUA. Sementara, 775 pasangan melangsungkan pernikahan di KUA,” ujarnya.

Jurnalis: Agus

ANTARAN | BLANGPIDIE – Sepanjang tahun 2023, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mencatat angka pernikahan sebanyak 1.143. Angka tersebut terhitung meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2022 lalu yakni sekitar 1.088 pasangan yang menikah.

Kepala Kantor Kemenag Abdya, Dr Salman Alfarisi SAg MPd melalui Kepala Bidang Urusan Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam M. Yatim SAg, MA mengatakan, tercatat sebanyak 1.143 angka pernikahan di sepanjang tahun 2023 diantaranya pada bulan Januari 154 pasang, Februari 99 pasang, Maret 19 pasang, April 26 pasang, Mei 160 pasang, Juni 82 pasang, Juli 120 pasang, Agustus 95 pasang, September 89 pasang, Oktober 89 pasang, November 99 pasang dan Desember 111 pasang.

Baca Juga:  Terkait PK Moeldoko CS, DPC Demokrat Simeulue Surati MA

“Jumlah keseluruhan pasangan yang menikah mulai dari bulan Januari-Desember sebanyak 1.143 pasangan. Dari jumlah tersebut, 368 pasangan diantaranya menikah di luar KUA. Sementara, 775 pasangan melangsungkan pernikahan di KUA,” ujarnya, pada Kamis (04/01/2024).

Angka Perceraian

Sementara itu, Mahkamah Syar’iyah Blangpidie mencatat sebanyak 152 kasus perceraian yang terjadi disepanjang tahun 2023. Jumlah ini menurun jika dibandingkan tahun 2022 lalu yang hanya mencapai 181 kasus.

Baca Juga:  Pasiter Kodim 0107/Asel Pimpin Upacara Bendera di MTSN 3 Aceh Selatan

Menurut Ketua Mahkamah Syar’iyah Blangpidie Muhammad Nawawi, SHI, penyebab utama perceraian tersebut adalah perselisihan dan pertengkaran terus menerus yang melibatkan 129 pasangan.

Selain itu, ada juga kasus meninggalkan salah satu pihak sebanyak 14 perkara, salah satu pihak dihukum penjara sebanyak 3 perkara, poligami liar tanpa izin sebanyak 1 perkara, salah satu pihak cacat badan atau sakit sebanyak 1 perkara, salah satu pihak murtad atau pindah agama sebanyak 1 perkara dan kurangnya belanja atau faktir ekonomi sebanyak 3 perkara.

Baca Juga:  Hampir 2 Bulan Listrik Padam, Aktivis Simeulue Temui Manejer PLN

Terkait hal itu, dia berharap angka perceraian dapat terus menurun di tahun-tahun mendatang. Dia juga mengimbau masyarakat Abdya untuk menjaga keharmonisan rumah tangga dan menghindari hal-hal yang dapat merusak hubungan suami istri.

“Maka dari itu, diperlukan upaya khusus dan pemahaman tentang hukum agama dengan baik. Baca Alquran dan pahami maknanya. Agar jika terjadi masalah dalam rumah tangga tidak langsung diperkarakan, namun dibicarakan secara baik-baik sesuai dengan tuntunan agama,” demikian pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.