Soal Hasil MTQ, Kadis DSI Abdya: Hanya Soal Takdir Saja

Kepala DSI Abdya, Ubaidillah, Antaran/isrimewa.
Bagikan:

“Kalau soal kemampuan kita juga mempuni, karena selisih nilai peserta kita tidak jauh dari peserta kabupaten/kota lain. Ini hanya soal takdir dan keberuntungan saja, bukan soal anggaran,” kata Ubaidillah.

Jurnalis : Syamsurizal

ANTARAN|BLANGPIDIE – Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Ubaidillah mengaku minimnya prestasi yang didapat kontingen Abdya pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Aceh ke 35 di Kabupaten Simeulue hanya soal takdir.

“Kalau soal kemampuan kita juga mempuni, karena selisih nilai peserta kita tidak jauh dari peserta kabupaten/kota lain. Ini hanya soal takdir dan keberuntungan saja, bukan soal anggaran,” kata Ubaidillah diruang kerjanya, Selasa, (5/12/2023).

Baca Juga:  Operasi Patuh Seulawah 2022, 29 Pengendara di Bener Meriah Terjaring Razia

Diketahui, kafilah Abdya dalam MTQ tahun ini hanya berada di urutan ke 20 dari 23 kabupaten/kota di Aceh yang ikut pada kompetisi MTQ ke 35 tingkat Provinsi itu.

Menurutnya, apa yang didapat kontingen Abdya merupakan imbas dari kurang maksimalnya pengkaderan, kompetisi baik tingkat desa maupun kabupaten, kurang maksimalnya peran lembaga terkait dan sentuhan dari orang tua.

“LPTQ juga bekerja kurang maksimal karena tidak ada anggaran. Ini juga karena pihak LPTQ tidak pernah mengusulkan anggaran. Juga kurangnya kompetisi tingkat kabupaten yang dapat mengasah mental peserta. Dan dalam keikut sertaan di MTQ di Simeulue, DSI hanya memfasilitasi saja,” ucapnya.

Baca Juga:  Pada Evaluasi Lomba Desa, Gampong Ujung Batee Pasie Raja Juara 1 Tingkat Provinsi

Untuk rekrutmen kafilah, tambahnya, prosesnya memulai LPTQ seluruh kecamatan, mulai dari tingkat Desa, kemudian kecamatan dan kabupaten, hasil dari tingkat kabupatenlah yang dibawa ke MTQ tingkat Provinsi Aceh.

Dia berujar, ke depan jika ingin prestasi Abdya meningkat, perlu duduk bersama dengan pihak terkait termasuk dewan guna membahas apa-apa saja kekurangan Abdya dalam menjaring kontingen. “Sehingga dimana saja kelemahan dapat dicarikan solusi bersama,” sebutnya.

Baca Juga:  Kontingen Aceh Selatan Tampil Sebagai Juara Cabor Futsal PORA 2022

Masih kata Kepala DSI Abdya, anggaran yang dikelola DSI Abdya diluar TC adalah Rp 690 juta, dan dengan anggaran itu semua kebutuhan tim yang ikut termasuk para kafilah terpenuhi.”Selain itu juga ada anggaran dari Pokir salah satu anggota DPRK kita,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.