Sukses DPRK 2009-2014, Netap Ginting Dedengkot Sawit Didaulat jadi Bacaleg Golkar

Ir Netap Ginting. Foto: ANTARAN/Ist
Bagikan:

Netap menyebut jika Golkar tempatnya orang-orang berkarya. Suara Golkar adalah suara rakyat dan dirinya ideal di parpol berlambang pohon beringin ini.

Jurnalis: Khairul

ANTARAN|SUBULUSSALAM – Dinilai sukses menyuarakan aspirasi masyarakat melalui Partai PKPI di DPRK Subulussalam periode 2009-2014, Ir. Netap Ginting kembali didaulat sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) kembali berlaga di Pemilu 2024 mendatang dari kendaraan politik yang berbeda.

Netap Ginting ialah sosok yang tidak asing lagi di mata masyarakat di Bumi “Sada Kata.” Bicara urusan kelapa sawit, Netap lebih piawai dan dedengkotnya, sebab sejak tahun 2001 Netap sudah aktif di lembaga Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo).

Putra kelahiran Namo Ukur, Sumatera Utara, 8 Juni 1973 beralamat di Komplek Gria Gondo Pinem, Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam ini adalah Alumni SMAN 3 Binjai, 1992 dan S1 Fakultas Tehnik Elektro UMSU, Medan.

Baca Juga:  Keberadaan T. Raypa dan 3 Mantan Aleg Subulusalam Perkuat Mesin Golkar Rebut Kursi DPRK

Di masa menjadi seorang mahasiswa, Netap Ginting juga aktif bergelut di dunia organisasi kemahasiswaan, salah satunya di Resimen Mahasiswa dan Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi.

Soal alasan memilih Partai Golkar sebagai kendaraan mengejar kursi DPRK lewat Pileg pada Pemilu 2024 nanti, Netap menyebut jika Golkar tempatnya orang-orang berkarya. Suara Golkar adalah suara rakyat dan dirinya ideal di parpol berlambang pohon beringin ini.

Di Daerah Pemilihan (Dapil) Sultan Daulat bakal menjadi lumbung suaranya. Kehadiran Netap Ginting menyahuti kerinduan warga di sana. Berkaca dari kepiawaiannya saat aktif sebagai anggota DPRK 2009-2014. Saat itu, Netap dinilai mampu menjawab segala tantangan dan persoalan, mulai dari pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga sektor perkebunan dan pertanian.

Baca Juga:  Partai PKS Simeulue Daftar 20 Bacaleg ke KIP, Ini Nama-Namanya

Selain itu, selama Netap menjadi anggota legislatif, juga terjawab kepastian atas hak kepemilikan tanah. Khusus di Kampong Darul Makmur terpenuhi jalan aspal dan listrik. Keberhasilannya dinilai sebagai kerja nyata dari seorang sosok Netap Ginting.

Menirukan konstituen di sana, Netap sebut jika saat sebagai anggota DPRK warga nilai kinerja Netap menjalankan fungsi legislasi terpenuhi. Pasalnya, dimekarkan Kampong Batu Napal dan Jabijabi Barat, Kecamatan Sultan Daulat serta lima kampong dalam Kecamatan Simpang Kiri dan tiga kampong di Kecamatan Penanggalan.

Baca Juga:  Ikuti Trail Adventure HUT-RI di Banda Aceh, 31 Rider Abdya Dilepas

Masyarakat Sultan Daulat, sebut Netap, merindukan kevokalan dirinya bersuara, berteriak lantang membela kepentingan rakyat dan fungsi pengawasan terhadap eksekutif berjalan sebagai mana mestinya melalui DPRK Subulussalam.

Tekad lain bergabung ke Partai Golkar, Netap dan keluarga besar Golkar komit akan mengusung sang Ketua DPD II Partai Golkar Kota Subulussalam, Fajri Munte, SE menjadi Bakal Calon Wali Kota Subulussalam 2024.

“Sebagai partai besar, punya Anggota DPR RI dan sejumlah menteri, Partai Golkar akan menjagokan Fajri Munthe menjadi Calon Wali Kota Subulussalam 2024,” ungkap Netap, yakin pembangunan kota ini akan semakin maju dan berkembang dari segala sektor jika dipimpin kader Golkar, Fajri Munthe, saat ini Wakil Ketua DPRK Subulussalam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.