Suling ke 312, 400 Jamaah Padati Mesjid Ayah Gadeng Manggeng

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, Ustdz Abrar memberikan dalam kegiatan Suling ke 312 di Mesjid Ayah Gadeng Manggeng, Ahad (4/6) subuh. ANTARAN / Rizal
Bagikan:

Bulan Haji telah tiba, Ustaz Abrar mengajak semua jamaah untuk berqurban, karena Allah SWT telah banyak memberikan nikmat kepada manusia.

Jurnalis : Rizal

ANTARAN|BLANGPIDIE – Sebanyak 400 jamaah warga Muhammadiyah memadati dalam dan halaman Mesjid Ayah Gadeng, Desa Tengah, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam rangka melaksanakan ibadah Shalat Subuh berjamaah disertai ceramah singkat yang dikemas dalam agenda Suling (Subuh Keliling) yang ke 312 dalam wilayah Aceh.

Pengurus Mesjid Ayah Gadeng Manggeng, Usmadi SPd mengatakan, jamaah Subuh Keliling yang lebih dikenal dengan sebutan Suling, pada Ahad (04/06/2023) subuh itu merupakan Suling yang ke 312 dengan memilih tempat di Masjid Ayah Gadeng, Gampong Tengah, Kecamatan Manggeng.

Dalam pelaksanaannya, bertindak sebagai Penceramah adalah Ustaz H.Abrar Zym, SAg MH selaku Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh. Kegiatan Suling itu, mengusung Tema “Refleksi Keteladanan dan Kepatuhan Keluarga Nabi Ibrahim AS dalam Berkurban,”.

Sementara itu, Ustadz Abrar dalam pesan tausiahnya menyampaikan betapa besar cobaan terhadap Nabi Ibrahim dalam mensyiarkan agama Tauhid pada zaman itu. Beliau dibakar didalam api hingga Allah SWT menyelamatkan Nabi Ibrahim.

Baca Juga:  Dua Hari Gelar Operasi, KPH Wilayah VI Subulussalam Amankan Belasan Kubik Hasil Illegal Logging

Kemudian Nabi Ibrahim juga diperintahkan untuk meninggalkan Istri dan anaknya Ismail di Lembah Gurun pasir yang gersang tidak ada tumbuhan dan tidak tersedianya air. Dengan izin Allah disanalah terdapatnya sumur Zam- Zam yang menjadi sumber kehidupan setelahnya.

Cobaan yang paling berat adalah Allah memerintahkan untuk mengorbankan putra semata wayang beliau Nabi Ismail AS. Karena ketaatan dan kepatuhan beliau Allah menggantikannya dengan penyembelihan seekor kibas yang menjadi refleksi umat Islam dalam berqurban.

Ustaz Abrar menegaskan bahwa yang tersirat dalam kehidupan tidak boleh ada yang menyakiti apalagi menghilangkan nyawa sesama manusia. Cobaan demi cobaan yang diterima oleh Nabi Ibrahim, Ismail dan istri beliau Siti Hajar, semua itu dapat dilalui dengan penuh kesabaran dan menerimanya dengan ke ikhlasan.

Baca Juga:  Daftar Bacaleg ke KIP, Perindo Aceh Selatan Optimis Rebut Kursi Dewan

Bulan Haji telah tiba, Ustaz Abrar mengajak semua jamaah untuk berqurban, karena Allah SWT telah banyak memberikan nikmat kepada manusia.

“Coba kita bayangkan, misalnya bagi yang merokok satu hari satu bungkus dengan mengeluarkan uang Rp 25 ribu lalu kita kalikan sebulan sama dengan 750 ribu kalau sepuluh bulan saja sudah mencapai 7 juta 5 ratus ribu. Sekiranya kita kurangi setengah tahun saja biaya merokok kita dapat membeli seekor Kambing untuk kita kurbankan,” kata ustadz Abrar.

Nabi Muhammad Saw, sangat mengecam bagi yang punya kemampuan tetapi tidak mau berkurban dengan ancaman jangan dekati tempat sujud (Masjid).

Setelah pelaksanaan ceramah selesai, ratusan warga Muhammadiyah di Mesjid Ayah Gadeng saling silaturrahmi dan sarapan bersama dengan suguhan khas Aceh Nasi sambal teri asam Sunti dengan telor goreng yang disediakan oleh Jamaah ibu-ibu Masjid Ayah Gadeng.

Sementara itu, Iman Chik Masjid Ayah Gadeng H T Ahmad Darmi sedikit mengulang kilas balik berdirinya Mesjid Ayah Gadeng. Dimana, Masjid Ayah Gadeng pendiriannya diprakarsai oleh H Wahid bin Tgk Abdussamad atau Tgk Padang Ganting bersama Imam Nyak Lhok bin Datoek Asem.

Baca Juga:  Habiskan Hari Libur Dengan Berburu Ikan Endemik Jangko Krueng Meukek

Masjid tersebut didirikan pada bulan Shafar Shubuh Senin tahun 1330 Hijriah. Masjid Ayah Gadeng dapat menampung sekitar 250 jamaah dengan kontruksi terbuat dari kayu terutama tiang tengah dengan ukiran khas tempo dulu.

Pada Komplek Masjid Ayah Gadeng sudah pernah berdiri sebuah Pondok Pesantren yang megah dengan nama Al Anshar, Pesantren tersebut pernah dipimpin oleh Tgk Kamaluddin dan juga oleh Tgk Zamzami Yahya.

Secara berturut turut yang menjadi Imam Chik Masjid Ayah Gadeng antara lain Imum Nyak Lhok, H Imam Nurdin, H M Nurlizamy, Tgk T M Yunus Lanta dan H T Ahmad Darmi sampai sekarang.

Masjid Ayah Gadeng tergolong juga salah satu Masjid tertua di Barat Selatan Aceh dan sekarang sudah termasuk salah satu Benda Cagar Budaya di Kabupaten Aceh Barat Daya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.