Surplus APBK 2024 Subulussalam Solusi Atasi Defisit

Sekretaris Pemko Subulussalam, , H. Sairun, S.Ag, M.Si. Antaran/Istimewa.
Bagikan:

“Kemelut defisit anggaran kita upayakan diatasi dengan surplus APBK 2024. Saat ini sedang dalam pembahasan,” kata H. Sairun, S.Ag, M.Si

Jurnalis: Khairul

ANTARAN | SUBULUSSALAM – Adanya surplus Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Subulussalam 2024 dipastikan menjadi solusi untuk mengatasi defisit yang kini masih melanda Kota Subulussalam. Namun APBK di sana masih dalam proses pembahasan.

Ketegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Subulussalam, H. Sairun, S.Ag, M.Si saat dikonfirmasi  antaran dikonfirmasi, Jumat (23/2/2024).

Diketahui, sejumlah hak para tenaga honor di daerah ini tahun 2023 belum dibayar secara utuh atau masih menyisakan utang daerah. Diantaranya, honor para tenaga kesehatan dan sertifikasi guru yang pada akhir Desember 2023 menjadi santer dibicarakan.

Baca Juga:  SAPA Kluet Minta Pemerintah Tindak Lanjuti Keluhan Warga Kluet Tengah

Akibatnya, demo dan unjuk rasa viral di media sosial, diduga honor para aparatur kampung juga belum dibayar  selama enam bulan. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemko Subulussalam harus bekerja keras.

“Pembahasan sedang berlangsung, tetap diupayakan harus ada surplus agar beban defisit bisa sebagian teratasi,” jawab Sekda melalui pesan WhatsApp (WA)

Sairun berharap, dalam waktu dekat APBK Subulussalam 2024 bisa segera disepakati. Di sisi lain, surplus yang dihasilkan dari pembahasan APBK 2024 juga disesuaikan antara perbelanjaan dengan keadaan keuangan daerah saat ini.

Ditanya tentang realisasi gaji honorer tahun 2023 yang belum dibayar, hingga berita ini dipublikasi belum antaran belum mendapat respon.

Dalam konferensi pers awal Januari lalu, Sekda Sairun selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) menguraikan berbagai langkah melalui Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Subulussalam 2024.

Baca Juga:  Warga Durian Rampak Peringati Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim

Pihaknya mengoptimalkan pendapatan realistis agar asumsi pendapatan yang ikut mewariskan defisit tak terulang, lalu anggaran dimanfaatkan seefisien mungkin dan diperuntukan untuk skala prioritas.

Jika estimasi pendapatan dihitung secara ril, perbelanjaan disesuaikan dengan kondisi keuangan, target keuangan daerah 2024 seperti Rancangan KUA PPAS, surplus mencapai Rp 72 miliar.

Dengan surplus sebesar itu, tanpa mengakomodir visi misi pimpinan dan Pokir Anggota DPRK, seperti selama ini tertampung di APBK akan sangat membantu menyelesaikan hutang kewajiban warisan 2023 ke tahun 2024 yang menjadi beban daerah.

Baca Juga:  Gayo Lues kembali berduka, 8 Rumah di Desa Ulun Tanoh Gayo Lues Hangus Terbakar

Hingga saat ini, sejumlah pihak, terlebih para tenaga honorer yang belum menerima hak penuh mereka selama 2023 berharap Pemerintahan Bintang Salmaza/Bisa, Wali dan Wakil WaliKota, H. Affan Alfian Bintang, SE dan Drs. Salmaza, MAP menuntaskan persoalan hutang Pemko kepada para tenaga honorer di daerah ini.

“Kita tidak berharap ketika berakhir masa jabatan Bintang – Salmaza hak-hak para tenaga honorer maupun aparatur kampong tidak dibayar,” pinta sumber.

Diketahui, H. Affan Alfian Bintang, SE dan Drs. Salmaza, MAP dilantik Pj. Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah mewakili Presiden RI menjadi Wali dan Wakil Wali Kota Subulussalam, 14 Mei 2019 lalu, sehingga jabatan itu akan berakhir, 14 Mei 2024. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.