Terindikasi Penyimpangan DD Rp 2,1 Miliyar, Mantan Keuchik Kuala Seumanyam Diamankan Kejari Nagan Raya 

Kantor Desa Kuala Seumanyam Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya. ANTARAN / Didit Arjuna
Bagikan:

“Penyidikan dimulai pada tanggal 24 Juli 2023, dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRIN-02/L.1.29/Fd.2/08/2023 dan telah dilakukan pemanggilan saksi sebanyak 15 orang saksi,” terangnya.

Jurnalis : Didit Arjuna 

ANTARAN | NAGAN RAYA – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Nagan Raya melakukan penangkapan terhadap tersangka GTR yang merupakan mantan Geuchik (Kepala Desa) Kuala Seumanyam, Kecamatan Darul Makmur, Rabu (09/08/2023).

Penangkapan dilakukan pihak Kejaksaan lantaran GTR tidak memenuhi panggilan yang diberikan tim tindak pidana khusus Kejari Nagan Raya terkait kepentingan penyidikan dalam perkara penyimpangan dalam Pengelolaan Dana Desa Tahun anggaran 2016 hingga 2021.

Baca Juga:  Pisah Sambut Kapolres Abdya Dihiasi Tradisi Pedang Pora

Kepala Kejaksaan Negeri Nagan Raya, Muib, S.H.,M.H.Li. melalui Kasi Intel Kejaksaan Nagan Raya, Achad Rendra Pratama SH MH menyebutkan, perkara tersebut berawal dari laporan hasil audit Inspektorat Kabupaten Nagan Raya terhadap penggunaan dana APBG Gampong Kuala Seumayam sejak tahun 2016 hingga 2021 yang diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Nagan Raya.

Kemudian, dari laporan tersebut dan berdasarkan hasil penyelidikan yang dimulai pada 20 Februari 2023, ditemukan adanya peristiwa pidana Tindak Pidana Korupsi sehingga ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Jaksa Penyidik.

Baca Juga:  BPBD Aceh Selatan Bersama TNI-Polri Berhasil Padamkan Kabakaran Lahan Di Dua Kecamatan 

“Penyidikan dimulai pada tanggal 24 Juli 2023, dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor: PRIN-02/L.1.29/Fd.2/08/2023 dan telah dilakukan pemanggilan saksi sebanyak 15 orang saksi,” terangnya.

Kemudian, pihaknya melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti lainnya berupa dokumen pertanggungjawaban dan lainnya, yang kemudian diperoleh 2 alat bukti yang cukup tentang peristiwa pidana Tindak Pidana Korupsi.

“Berdasarkan hasil penyidikan, ditemukan adanya perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian keuangan negara, daerah dalam Pengelolaan APBG di Gampong Kuala Seumayam,” katanya.

Baca Juga:  Pesantren Safinatussalamah Milik Ketua MPU Gayo Lues Terbakar

Dia menambahkan, dari penyidikan tersebut Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri Nagan Raya menemukan indikasi kerugian keuangan Negara sebesar Rp. 2.100.000.000 (dua miliar seratus juta rupiah).

Untuk modusnya sendiri dijelaskan, tersangka dengan mengelola dan menggunakan Dana APBG tanpa melibatkan perangkat desa/gampong lainnya. Kemudian, menggunakan kuitansi yang tidak sah, serta dana-dana tersebut dipergunakan tanpa disertai pertanggungjawaban.

“Dana dikelola dan dipertanggungjawabkan sendiri oleh tersangka untuk kepentingan pribadi,” jelasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.