Terisolir Puluhan Tahun, Gampong Kayu Menang Sumber Perekonomian Baru

Tampak antrian kendaraan roda dua saat hendak menaiki rakit penyeberangan lintas Gampong Kayu Menang, menuju Kuala Baru-Bulohsuema, Aceh Selatan. Foto: ANTARAN / ARIEF HELMI
Bagikan:

“Perjalanan dari Gampong Kayu Menang harus menyusuri sungai besar dan kecil hingga sampai ke dermaga tambatan perahu di Gampong Kilangan Singkil, memakan waktu lebih kurang 30 menit,” ujar Khairuman.

Jurnalis : Arief Helmi

ANTARAN|SINGKIL – Terisolir puluhan tahun, Gampong (desa) Kayu Menang, Kecamatan Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil kini berdenyut sebagai sumber perekonomian baru yang terpendam. Gampong Kayu Menang diapit kawasan hutan, laut, Rawa dan sungai di kawasan paling ujung Aceh Singkil.

Pemukiman masyarakat yang dihuni 96 kepala keluarga (KK) dengan penduduk 200 jiwa ini sejak puluhan tahun terkesima dalam keterisoliran, jauh dari kemajuan dunia dan pusat kota kecamatan maupun kabupaten.

Menguak seberapa perinya kehidupan warga Gampong Kayu Menang, wartawan antarannews.com bersiasat merintis perjalanan panjang menuju wilayah pedalaman tersebut, Sabtu, (18/03/2023).

Ternyata Selama ini masyarakat yang berpergian, berniaga maupun keperluan lainnya menuju ibukota Kecamatan Kuala Baru maupun ke Ibukota kabupaten, hanya memanfaatkan jasa perahu nelayan.

Baca Juga:  Pj Bupati Aceh Jaya Tinjau Kesiapan Program Sigam Tampan Di Kecamatan Jaya

“Perjalanan dari Gampong Kayu Menang harus menyusuri sungai besar dan kecil hingga sampai ke dermaga tambatan perahu di gampong Kilangan Singkil, memakan waktu lebih kurang 30 menit. Kemudian melanjutkan estafet menuju Ibukota Kecamatan Kuala Baru menyita waktu sekira 30 menit,” ujar Khairuman salah satu warga Singkil yang tau persis kondisi sebenarnya.

Tampak antrian kendaraan roda dua saat hendak menaiki rakit penyeberangan lintas Gampong Kayu Menang, menuju Kuala Baru-Bulohsuema, Aceh Selatan. Foto: ANTARAN / ARIEF HELMI

Saat ini, kata Khairuman, menuju gampong Kayu Menang sudah bisa ditempuh melalui transportasi darat dengan melewati jembatan terpanjang di Provinsi Aceh (jembatan kilangan-red) yang baru rampung tahun 2022. Prosfek yang terkenal dan unggulan di “negeri pedalaman” tersebut adalah olahan (produsen) Terasi.

“Sungguh disayangkan, akses menuju Kuala Baru dari Kemukiman BulohSeuma atau Trumon Kabupaten Aceh Selatan masih terputus dan terkendala di gampong Kayu Menang. Satu-satu akses hanya dilalui dengan jasa Rakit yang diproduksi warga. Kondisi kian menambah penderitaan rakyat yang rindu perobahan,” cetus Khairuman.

Baca Juga:  Dr Nurdin : Bangun Poros Ekonomi Barsela, Hentikan Sejenak Ide Pemekaran

Menurut sumber, ongkos jasa penyeberangan dengan rakit harus merogoh kantong sebesar Rp15 ribu untuk satu unit sepeda motor. Situasi ini terus berkelanjutan jika belum diatasi oleh pemerintah.

“Untuk kelancaran perjalanan jalur Bulohseuma ke Kuala Baru dibutuhkan pembangunan satu unit jembatan di gampong Kayu Menang. Sementara rute Buloseuma ke Trumon sudah sangat mulus. Ini membuktikan keseriusan pemerintah dalam menyahuti aspirasi masyarakat. Jarak tempuh dari Kuala Baru, Aceh Singkil hingga Trumon, Aceh Selatan menyita dua jam perjalanan,” tambah Khairuman.

Cerita orang-orang terdahulu, menjangkau gampong Kayu Menang hanya difasilitasi jembatan kayu kecil.Lama kelamaan, jembatan kayu tersebut rusak dan tinggal nama. Berawal dari insiden tersebut, warga berinisiatif membuat transportasi penyeberangan menggunakan rakit bermesin, ulas Bintara penduduk setempat.

“Walaupun masih agak tersendat, namun gampong Kayu Menang mulai bangkit dari keterisoliran sejak terobosan jalan di buka pemerintah. Saat ini Kayu Menang mulai disinggahi pendatang dan berbagai potensi perekonomian akan tumbuh menoreh kejayaan. Warga di sana sudah terbuka mata untuk berbenah, terang Bintara kepada media ini.

Baca Juga:  May Day, Karyawan PT PLB Aceh Singkil Gelar Bersih Sampah

Ia menyebutkan, para pedagang mulai melirik kawasan tersebut untuk membeli hasil tani dan nelayan. Belum lagi lahan tidur yang serba luas. Keindahan dan kekayaan kawasan pedalaman itu juga menggurat perhatian warga melintas karena di pinggir jalan mulai muncul café untuk melepas dahaga.

Informasi dihimpun, untuk memperpendek akses perjalanan dari Aceh Selatan menuju Kuala Baru-Singkil-Telaga Bakti hingga Aceh Singkil Pemerintah Aceh menggelontorkan anggaran senilai Rp 20 milyar pada tahun 2020.

Termasuk merampungkan pembangunan dua jembatan Bailey.
Penduduk setempat menyatakan terimakasih kepada pemerintah atas yang terus menggalang kekuatan untuk membebaskan Kayu Menang dari keterisoliran.

“Walaupun masih terdapat hambatan dibeberapa lokasi akibat curamnya jembatan Bailey, namun kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah atas upaya pembebasan dari keterisoliran,” pungkas Jii mengaku warga Kayu Menang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.