Terkait Dana Ketahanan Pangan, Kades Tanjung Leuser Diduga Tidak Transparan

Foto Ilustrasi dari Google.com
Bagikan:

“Maaf bang kalau masalah 2022, tapi mungkin masalah itu sudah selesai bang,” demikian pesan balasan WhatsApp Kades Tanjung Leuser kepada AntaranNews.com.

Jurnalis : Riki Hamdani

ANTARAN|KUTACANE – Kepala Desa (Kades) Tanjung Leuser, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara diduga tidak transparan dalam penggunaan dana desa tahun 2022 lalu, khususnya dalam program ketahanan pangan. Pasalnya, Kades setempat disebut – sebut selalu mengelak saat ditanyai warga soal penggunaan dana dimaksud.

“Kades acap kali mengelak ketika ditanyai warga soal penggunaannya. Kami menduga hanya kegiatan pengadaan roundup (racun rumput) yang dibagikan ke warga desa dari alokasi dana program ketahanan pangan desa tersebut,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan kepada AntaranNews.com, Kamis (30/03/2023).

Baca Juga:  Catatan Duka Ladang Rimba Aceh Selatan, 443 Rumah Rusak dan 439 Terdampak

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika dilihat dari jumlah bantuan racun rumput yang dibagikan kepada masyarakat, dana yang dikeluarkan diperkirakan berkisar Rp 10 juta. Sebab jumlah racun rumput yang dibagikan ke warga desa berkisar 0.5 liter/KK dengan jumlah 145 KK yang menerima racun rumput itu.

“Padahal, nilai pagu anggaran dana program ketahanan pangan tersebut mencapai kurang lebih Rp 100 juta, tapi anehnya hanya racun rumput yang dibagikan ke warga desa,” tandasnya.

Baca Juga:  Pj Sekda Serahkan Bonus Ratusan Juta untuk Juara STQH Nasional dari Aceh 

Terkait permasalah tersebut, Kades Tanjung Leuser, Simon yang dikonfirmasi AntaranNews.com via aplikasi pesan WhatsApp Kamis (30/03/2023) mengaku bahwa kegiatan ketahanan pangan tahun 2022 sudah selesai dilaksanakan.

“Maaf bang kalau masalah 2022, tapi mungkin masalah itu sudah selesai bang,” demikian jawaban singkat isi balasan WhatsApp Kades Tanjung Leuser kepada AntaranNews.com.

Menanggapi permasalahan tersebut, Camat Darul Hasanah, Hayadun yang dihubungi wartawan mengaku baru menerima informasi tersebut. Sebab sejauh ini tidak ada seorang warga pun yang melaporkan prihal dimaksud kepada dirinya.

Baca Juga:  Sekda Aceh Selatan Bersama Anggota DPD RI Tinjau Lahan Sangketa di PT Asdal

“Baru ini saya dengar masalah Kades Tanjung Leuser tersebut dari kalian. Sebab tidak satu pun warga Desa Tanjung Leuser yang melaporkan kelemahan atau pun kekurangan dari program Desa Tanjung Leuser tersebut,” kata Hayadun singkat.

Terpisah, Amri Sinulingga, salah seorang Aktivis Anti Korupsi di Aceh Tenggara, menyanyangkan dugaan tidak transparannya pengelolaan program ketahanan pangan desa tersebut.

Ia meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menindak lanjuti laporan warga Desa Tanjung Leuser tersebut. “Kita berharap pihak penegak hukum menindak lanjuti laporan warga tersebut. Dengan demikian persoalan akan menjadi terang,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.