Terkait Pembangunan Asrama Belum Terwujud, Dewan Terpilih 2024 Pupuk Semangat Mahasiswa Bakongan

Anggota DPRK Aceh Selatan terpilih, Jasmar ketika menyampaikan bimbingannya saat pelantikan Forsigamba periode 2024-2026 di Gedung Pertemuan ULPD Bakongan, Minggu, 23/6/2024. ANTARAN/Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Adik-adik mahasiswa mohon tidak patah semangat, terus berjuang untuk mengakomodir aspirasi dan cita-cita masyarakat. Saya siap mendukung, dimana dan kapanpun,” kata Jasmar.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan terpilih Daerah Pemilihan (DP) Bakongan Raya-Trumon Raya memberi motivasi dan dukungan serius agar mahasiswa, pelajar dan santri setempat tidak patah semangat dalam mewujudkan perubahan.

“Sebagai anak bangsa dan generasi penerus, mahasiswa tidak perlu patah semangat dalam menimba ilmu pengetahuan sekaligus menjadi poros dalam pergerakan perubahan di tengah-tengah masyarakat menuju kemajuan. Saya siap memberi dukungan,” ujar Jasmar dalam arahannya saat menghadiri pelantikan Forum Komunikasi Generasi Muda Bakongan (Forsigamba) periode 2024-2026, Minggu (23/06/2024).

Menurut politisi Partai Demokrat itu, para mahasiswa, pelajar dan santri harus berlandasan akhlak, etika dan keagamaan di samping menuntut ilmu pengetahuan. Memahami dan mendalami Tri Dharma perguruan tinggi yang meliputi Pendidikan, penelitian atau pengembangan dan pengabdian kepada masyarakat luas.

Baca Juga:  Rombongan PWI Aceh Selatan Menapak Kebun Strawberry Tanah Karo

“Adik-adik mahasiswa jangan mengedepankan ego sektoral, berbuat kenakalan, terlibat narkoba dan judi online. Ingatlah, bagaimana perihnya orang tua mengais rezeki untuk menyekolahkan kita. Setidaknya, kita menjaga perasaan mereka kendatipun tidak mampu membalas jasa dan kebaikan mereka selaku anak,” paparnya.

Hendaknya, sebut Jasmar lagi, wadah Forsigamba ini bisa menjadi kaca untuk orang bercermin. Tunjukan eksistensi di dalam masyarakat sebagai kado berharga dari perguruan tinggi. Kami yakin, semua kelemahan akan menjadikan kita lebih tegar untuk berjuang dalam menggapai tujuan.

Terkait rencana pembangunan asrama mahasiswa di Banda Aceh yang sejak lama belum terkabul, ini hanya kegagalan yang tertunda dan bentuk minusnya koordinasi dalam merajut persatuan dan kesatuan menuju sebuah kesuksesan.

Harus kita akui, setelah puluhan tahun memiki lahan (tanah) di Banda Aceh. Namun bangunan asrama yang dirindukan belum berhasil dibangun. Impian ini menjadi PR besar bagi semua pihak di Bakongan agar cita-cita yang menaun bisa terwujud.

Baca Juga:  Libur Hari Raya Idul Adha, Warga Padati Wisata Pulau Pinang 

“Jika saya diberi kuasa dan panjang umur serta sudah dilantik sebagai anggota DPRK Aceh Selatan, Insya Allah akan memperhatikan aspirasi adik-adik sedaya mampu. Nantinya bersama-sama kita cari solusi untuk mengimplementasikan hasrat adik-adik, semoga tidak patah arang,” ungkap Jasmar.

Ia menambahkan, mulai sekarang, adik-adik mahasiswa harus menyalakan semangat yang tinggi untuk meraih prestasi gemilang dan melahirkan sumber daya manusia dalam mewujudkan perubahan bagi Bakongan dan Aceh Selatan pada umumnya.

Sebelumnya, Keuchik (kepala desa) Keude Bakongan, Ismail bernada nasehat dan kritik menyampaikan, sebagai masyarakat kami menaruh harapan besar kepada adik-adik mahasiswa sebagai generasi penerus estafet kepemimpinan di Bakongan. Tetapi janganlah terlalu memperlihatkan intelektual dan seolah-olah orang lain tidak berharga karena keterbatasan pendidikan.

Baca Juga:  Gedung Wartawan 5 Tahun Tidak Difungsikan, Pemda Simeulue Serahkan Gedung Pers Untuk Wartawan di Simeulue

“Tuntutlah ilmu setinggi-tingginya untuk mencapai cita-cita, kelak adik-adik mahasiswa menjadi pengganti penerus. Dalam hidup ini dituntun sopan santun dan adab. Utamakan penuntut ilmu, namun jangan berlagak egoisme seakan-akan orang lain dipandang rendah,” himbau Ismail mewakili para keuchik se kecamatan Bakongan.

Keuchik Keude Bakongan mengajak mahasiswa ikut dan turut serta memberantas narkoba, judi online dan kemaksiatan lain yang sedang diperangi oleh pemerintah untuk menyelamatkan negara dan bangsa. Setidaknya, mahasiswa menjadi bagian dalam melakukan upaya-upaya pemberantasan.

“Iya, jangan sampai adik-adik mahasiswa pula yang menjadi pengonsumsi narkoba dan terlibat praktik judi online, lalu ajang menimba ilmu pengetahuan menjadi gagal. Jangan hiasi warung-warung untuk wadah pulang larut malam hingga pagi. Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk belajar dan mendidik adik-adik yang masih pelajar,” himbau Ismail tegas.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.