Terkait Penanganan Karhutla, Polres Aceh Selatan Gelar Rapat Koordinasi

Polres Aceh Selatan melaksanakan rapat koordinasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Aula Bhara Daksa Polres setempat, Kamis (26/01/2023). Foto Dok Humas Polres Asel
Bagikan:

“Apabila menemukan titik api segera laporkan ke pemerintahan setempat dan TNI-Polri untuk dilakukan pemadaman secara bersama-sama,” pesan Kapolres Aceh Selatan.

Jurnalis : Sahidal Andriadi

ANTARANNEWS.COM|TAPAKTUAN – Polres Aceh Selatan melaksanakan rapat koordinasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Aula Bhara Daksa Polres setempat, Kamis (26/01/2023).

Turut hadir Dandim 0107 Aceh Selatan, Sekda Aceh Selatan, Kadis Lingkungan Hidup, Kasatpol PP, Kepala Kehutanan, Kepala BKSDA, Kepala TNGL, Danki 1 Yon C Satbrimobda Aceh, PJU Polres Aceh Selatan, Kapolsek, Danramil, Para Camat serta pimpinan PT Asdal, PT Atak dan ASN.

Baca Juga:  Kunker di Aceh Selatan, Pj Gubernur Aceh Serah Bantuan Pakan dan Obat-obatan Untuk Peternak Ayam

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan sebagai komitmen bersama untuk mencegah kebakaran di Wilayah Hukum (Wilkum) Polres Aceh Selatan.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Nova Suryandaru S.I.K mengatakan bahwa, Rakor ini adalah salah satu upaya dalam penanganan Karhutla di Aceh Selatan, mengawali persiapan awal tahun 2023 dalam agenda penanganan Karhutla.

Beberapa poin dalam Rakor tersebut adalah perlu adanya pelatihan kepada relawan Karhutla yang telah dibentuk dimasing-masing kecamatan serta pengadaan alat pemadam api portabel yang siap digunakan di masing-masing desa.

Baca Juga:  Dinilai Ganggu Lalulintas, Pol PP dan WH Simeulue Tertibkan PKLĀ 

Kapolres Aceh Selatan juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, pelaku usaha dibidang kehutanan/perkebunan dan pertanian dilarang membuka lahan dengan cara membakar.

“Apabila menemukan titik api segera laporkan ke pemerintahan setempat dan TNI-Polri untuk dilakukan pemadaman secara bersama-sama,” pesan Kapolres Aceh Selatan.

Sebagaimana diketahui, pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dipidana penjara 10 tahun/ denda Rp 10 miliar sesuai undang-undang RI Nomor 18 tahun 2004.

Baca Juga:  Memasuki Musim Kemarau, Harga Cabai Rawit di Bener Meriah Naik

“Pasal 47 ayat 1, setiap orang yang dengan sengaja membuka atau mengelola lahan dengan cara pembakaran yang berakibat terjadinya pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan hidup diancam dengan pidana,” papar Kapolres Aceh Selatan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.