Terkait Polemik Makam Krueng Kerto, Haili Yoga : Kami Tidak Diam

Pj Bupati Bener Meriah, Drs. Haili Yoga, M.Si. Foto Istimewa
Bagikan:

“Sebelumnya, kita sudah pernah membahas polemik ini dengan sejumlah pihak,” tegas Haili Yoga.

Jurnalis : Syah Antoni

ANTARAN|REDELONG – Pj Bupati Bener Meriah, Drs. Haili Yoga, M.Si menegaskan pihaknya tidak tinggal diam terkait polemik pemindahan makam akibat terdampak genangan air dari bendungan Krueng Keuroto yang mencuat akhir – akhir ini.

Hal tersebut ditegaskan Hali Yoga guna menjawab sederet tudingan yang menilai Pemkab Bener Meriah tidak peduli terhadap situs-situs bersejarah di Kabupaten Bener Meriah.

“Sebelumnya, kita sudah pernah membahas polemik ini dengan sejumlah pihak,” tegas Haili Yoga.

Yoga menambahkan, malam ini akan dilakukan kembali pertemuan sejumlah pihak diantaranya Forkopimda, BWS Perwakilan PT Brantas, MAA, MPU, Camat, Reje dan pihak terkait untuk membahas lebih lanjut persoalan makam tersebut.

Baca Juga:  Nozzle di SPBU Babahrot Abdya Tersangkut Tangki Mobil, Semburan Api Bikin Panik

“14 Agustus lalu kami sudah membahas persoalan ini. Beberapa hari terakhir, kami intens membahas polemik ini guna menemukan solusi terbaik. Kita tidak diam menanggapi polemik ini, bahkan sudah berulang kali kita bahas,” tambahnya.

Menurutnya, Pemkab melalui Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah diperintahkan untuk berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Lebih lanjut kata Yoga, Koordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan dan Dinas Kebudayaan Aceh telah dilakukan pada tanggal 9 Agustus 2023 lalu sebagai bentuk respon dari surat pemberitahuan adanya temuan nisan kuno dan langsung membentuk tim yang akan mensurvey lokasi tersebut.

Baca Juga:  Pj Gubernur : Insya Allah, Temuan Baru Mubadala Beri Manfaat Ekonomi Bagi Aceh

Selanjutnya, pada Minggu 13 Agustus 2023 tim Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh bersama tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bener Meriah turun ke lokasi makam melalui akses PT. Brantas yang sedang melaksanakan kegiatan pekerjaan pembangunan Waduk Krueng Kerto.

Tim yang diterjunkan ke lokasi tersebut, terdiri dari dua orang arkeolog, dua orang sejarawan dari BPK Wilayah I Aceh dan dua orang Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) menuju lokasi temuan makam melalui Lhoksukon ke Paya Bakong.

Berikutnya sebut Haili Yoga, hari ini, Rabu (16/08/ 2023) pihaknya telah memanggil pihak PT. Brantas dan pihak terkait untuk dimintai keterangan terkait pemindahan makam tersebut.

Sementara itu, pihak PT. Brantas yang diwakili Bambang dalam rapat bersama dengan Pj Bupati Haili Yoga dan Pj Sekda, Armansyah, mengungkapkan, jika pihak PT Brantas telah melakukan prosesi pemindahan makam disertai do’a Tahlil dan Peusejuk dengan melibatkan perwakilan Ulama.

Baca Juga:  Panduan Lengkap Mencari Lowongan Kerja yang Sesuai dengan Anda

Bambang menyatakan, prosesi tersebut bisa dibuktikan dengan dokumentasi. Selanjutnya PT. Brantas menyanggupi untuk memfasilitasi pemindahan dan melakukan komunikasi kembali terkait sisa makam yang belum dipindahkan dan makam yang sudah dipindahkan tersebut.

Namun demikian, Pj Bupati Haili Yoga, menyatakan, akan kembali mencari penyelesaian atas polemik tersebut dan akan mencari solusi terbaik.

“Malam ini, kita akan membahas persoalan ini bersama dengan Forkopimda dan PT Brantas serta pihak terkait agar permasalahan ini, mendapat solusi terbaik,” tutup Yoga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.