Terlibat Kasus Penjualan Kulit Harimau, Sekretaris Golkar Bener Meriah Jadi Tersangka

Ketiga pelaku kasus perdangan kulit harimau beserta tulang belulangnya ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan di rumah tahanan Mapolda Aceh. Para tersangk dihadirkan diruang konferensi pers di Mapolda Aceh, Jumat (3/6/2022).
Bagikan:

ANTARANNEWS.COM, BANDA ACEH – Sekretaris DPD II Partai Golkar Bener Meriah, Ah (41) akhirnya resmi ditahan penyidik penegakan hukum (Gakkum) Kantor Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sumatera. Menyusul yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perdangan kulit harimau dan tulang belulangnya.

Selain, Ah dalam kasus tersebut penyidik juga menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu, IS (41) warga Kampung Kutelah Lane, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah, dan S (44) warga warga Desa Gerpa, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah.

Ketiga tersangka kini ditahan di rumah tahanan Mapolda Aceh untuk penyidikan lebih lanju. Diduga para tersangka telah melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf d jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Udang Nomor: 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Atas perbuatannya tersebut ketiga tersangka diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara, dan denda maksimal Rp 100 juta.

Baca Juga:  Tabrakan Maut di Bener Meriah,Renggut Nyawa Seorang Kakek 

Demikian keterangan tersebut disampaikan Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera, Subhan melalui pers rilis yang diterima antarannews, Jumat (3/6/2022). “Penindakan ini merupakan wujud dari komitmen bersama Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera dengan Polda Aceh dalam menindak tegas pelaku kejahatan tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang. Penindakan ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku,” ujarnya.

Dijelaskan, penetapan sebagai tersangka ketiga pelaku yang diduga terlibat dalam kasus perdagangan kulit harimau dan tulang belulangnya itu, setelah pihaknya melakukan gelar perkara bersama tim Polda Aceh, Senin (30/5/2022) lalu.

Dalam kasus ini, penyidik telah menyita barang bukti berupa satu lembar kulit harimau sumatera beserta tulang belulangnya tanpa gigi taring (telah dititipkan di Balai KSDA Aceh). Kemudian, satu unit mobil beserta kunci, 2 handphone, satu STNK, satu toples plastik dan satu box plastic.

Baca Juga:  Tinjau Venue PON di Pidie, Pj Gubernur Ingatkan Marwah Aceh

Seperti yang diberitakan sebelumnya, penangkapan ketika tersangka berawal dari kegiatan operrasi TSL (tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi) yang dilaksanakan secara gabungan antara tim Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatera dengan tim Polda Aceh pada tanggal 23 Mei 2022.

Dalam operasi itu, tim kemudian mendapat informasi dari masyarakat, bahwa ada warga Kecamatan Samar Kilang, Kabupaten Bener Meriah, yang ingin menjual satu lembar kulit harimau beserta tulang belulangnya. Tim langsung melakukan penyamaran untuk mengkap ketiga tersangka. Kemudian, disepakati transaksi penjualan di kawasan SPBU Pondk Baru, Kecamatan Bandar, Bener Meriah, pada Selasa (24/5/2022) sekitar pukul 04.30 WIB dini hari.

Saat itu, tim hanya berhasil meringkus dua pelaku, S dan Ah yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Sekretaris DPD II Partai Golkar Bener Meriah itu, termasuk sejumlah barang bukti berhasil diamankan. Sedangkan, satu rekannya yang lain, Is berhasil melarikan diri pada penyergapan menjelang subuh itu.

Baca Juga:  Miris, Bertahun-Tahun Anak Tiri Jadi Pemuas Nafsu Bejad Ayah Sambung

Kemudian, kedua pelaku yang berhasil diringkus bersama barang bukti langsung diamankan ke Pos Gakkum Aceh di Kota Banda Aceh. Setelah dilakukan gelar perkara, ternyata masih dibutuhkan pemeriksaan saksi-saksi tambahan untuk peningkatan status keduanya menjadi tersangka. Pada saat itu, kedua pelaku sempat dilepaskan dan dikembalikan kepada keluarga. Namun, tetap diberlakukan wajib lapor kepada Penyidik.

Dari hasil pengembangan tim penyidik, Is salah satu pelaku lainnya yang sempat melarikan diri. Kemudian, menyerahkan diri ke Mapolres Bener Meriah, Senin (30/2022). Selanjutnya, Is dibawa ke Mapolda Aceh untuk diperiksa oleh penyidik Gakkum KLHK. Kemudian dilakukan gelar perkara dengan hasil ketiga pelaku ditetapkan sebagai tersangka.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.