Ternak Warga Abdya Divaksin PMK

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah (tiga dari kanan) didampingi Bupati Abdya, Akmal Ibrahim (baju batik) saat mengunjungi lokasi peternakan sapi di Gampong Mata Ie, Blangpidie, Abdya, Kamis (16/6/2022) pagi. Foto IST
Bagikan:

“Wabah PMK ini memang tidak menular ke manusia, tapi bagi peternak ini menjadi hal yang buruk. Karena berdampak pada harga ternak yang anjlok. Modalnya besar dan ketika dijual malah turun drastis,” ujarnya.

Jurnalis : Agus

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) setempat mulai menyuntikan vaksin untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap ternak warga.

Penyuntikan vaksin itu berlangsung di tiga lokasi yakni di Desa Gunong Cut, Drien Kipah dan Padang Bak Jok Kecamatan Tangan-Tangan, Sabtu (23/7/2022).

Sekda Abdya, Salman Alfarisi ST yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Penanganan PMK dalam kesempatan itu mengatakan, wabah PMK ini telah membuat masyarakat merasa khawatir, karena penyebarannya begitu cepat.

Baca Juga:  RSUTP Abdya Perlu Gedung Rawat Inap Baru

Meski, penyakit ini tidak berbahaya bagi manusia pada umumnya, namun akibat lain yang dirasakan warga adalah harga hewan ternak turun drastis hingga mencapai setengah harga normal.

“Wabah PMK ini memang tidak menular ke manusia, tapi bagi peternak ini menjadi hal yang buruk. Karena berdampak pada harga ternak yang anjlok. Modalnya besar dan ketika dijual malah turun drastis,” ujarnya.

Vaksin PMK sebanyak 1.000 dosis yang diberikan oleh Dinas Peternakan Aceh akan didistribusikan untuk ratusan peternak di sembilan kecamatan dalam kabupaten setempat.

Jika ada ternak terjangkit di minta kepada yang melihara harus berkonsultasi ke Distanpan Abdya guna dilakukan penindakan.

Kadistanpan Abdya, drh Nasruddin menyebutkan, syarat ternak yang boleh divaksinasi adalah hewan yang sehat. Sedangkan untuk ternak yang pernah sakit dan dinyatakan telah sembuh, harus menunggu selama 6 bulan lebih baru bisa dilakukan vaksinasi.

Baca Juga:  Prajurit Kodim 0107/Asel Menggelar Latihan Kemampuan Menembak

Karena hewan yang pernah terpapar oleh virus secara alami sudah menumbuhkan kekebalan tubuh. Kegiatan penyuntikan vaksin ini diharapkan bisa menurunkan kasus PMK di Abdya.

Penularan PMK pada ternak tidak hanya secara langsung seperti, kontak sesama ternak, kontak dengan peternak ataupun dengan kendaraan pengangkut ternak.

Namun penularannya juga bisa dengan cara tidak langsung, yakni penularan melalui udara. Dalam jarak antara 3-10 Km, wabah PMK bisa menular ke ternak yang lain.

Akan hal itu, pihaknya mengharapkan masyarakat peternak di Abdya untuk lebih aktif dalam memantau kondisi ternak, seperti menjaga kebersihan kandang, menjaga kesehatan ternak serta melaporkan segera jika menemukan gejala wabah PMK pada ternak.

Baca Juga:  Sabet Juara Pertama, Gampong Pasie Merapat Wakili Kabupaten Aceh Selatan

Tujuannya adalah untuk mendapatkan penanganan yang lebih cepat terhadap ternak, sehingga dalam waktu yang singkat bisa disembuhkan.

“Segera laporkan jika menemukan gejala PMK pada ternak. Jangan terburu-buru untuk menjual ternak, sebab ternak yang terjangkit PMK masih berpeluang untuk disembuhkan dalam waktu satu atau dua pekan,” imbuhnya.

Kegiatan vaksinasi PMK itu turut dihadiri Kapolres Abdya AKBP Dhani Catra Nugraha SH SIK MH, Dandim 0110 Letkol Inf Roqich Hariadi, Wakapolres Kompol Muhayat, Kabag OPS AKP Basridar.

Selain itu juga hadir Kepala BPBK Armayadi,ST, Kapolsek Tangan-tangan, Ipda Asyari Eri, Sekretaris Distanpan Laili Suhairi SP, Kabid Peternakan EZ Muntasir termasuk para peternak.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.