Terobosan Baru, BUMG Bersama Disiapkan Jadi Investor Besar Gerakan Ekonomi Rakyat

17 pengurus Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Bersama Aceh Jaya ditetapkan dan dilantik dalam Musyawarah Antar Gampong (MAG)-III di Aula DPMPKB, Rabu (14/12/2022). ANTARAN / AL-FARABY
Bagikan:

“Dengan konsolidasi modal usaha sebesar itu, BUMG Bersama dapat menjadi holding bagi beberapa anak perusahaan yang berinvestasi di berbagai jenis bisnis yang menguntungkan masyarakat desa, ” papar Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin dalam pidato sambutannya diacara pelantikan pengurus BUMG Bersama.

Jurnalis : Al-Faraby

ANTARANNEWS.COM|CALANG – Setelah melalui lika-liku selama empat bulan, akhirnya 17 pengurus Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Bersama Aceh Jaya ditetapkan dan dilantik dalam Musyawarah Antar Gampong (MAG)-III di Aula DPMPKB, Rabu (14/12/2022). Pelantikan itu dihadiri lansung Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin bersama Forkopimda kabupaten tersebut.

“17 pengurus BUMG Bersama itu terdiri dari 11 Dewan Penasehat, 2 Dewan Pengawas, 2 Direksi, Seorang sekretaris, dan satu orang bendahara” jelas Muhsin Feby Mirza, SP, Sekretaris BUMG Bersama itu saat diminta rincian jabatan pengurus yang dilantik pada hari ini.

Baca Juga:  MA Tolak Gugatan Tiyong, Irwandi Yusuf Ketua Umum Sah PNA

Aceh Jaya memiliki 172 gampong (desa) dari Sembilan kecamatan. Pada bulan September lalu, Musyawarah Gampong-I menghasilkan kesepakatan 172 desa membentuk BUMG Bersama dan seluruh desa menyertakan modal yang mencapai 21 milyar rupiah. Badan usaha itu disiapkan kemampuannya menjalankan peran sebagai investor utama menggerakan sektor ekonomi rakyat di kabupaten tesebut.

“Dengan konsolidasi modal usaha sebesar itu, BUMG Bersama dapat menjadi holding bagi beberapa anak perusahaan yang berinvestasi di berbagai jenis bisnis yang menguntungkan masyarakat desa, ” papar Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin dalam pidato sambutannya diacara pelantikan pengurus BUMG Bersama.

Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, lanjutnya, mendukung penuh dan memastikan BUMG Bersama Aceh Jaya mampu menjadi mitra bisnis yang menarik bagi skema Joint Venture atau kerjasama usaha gabungan beberapa perusahaan luar dengan anak-anak perusahaan dibawah payung BUMG Bersama Aceh Jaya itu.

Baca Juga:  Banjir Bandang Hantam Jalan Lintas Tengah Gayo Lues-Aceh Tenggara

“Saat ini sudah ada sekitar 5 perusahaan swasta luar yang menyatakan tertarik berinvestasi di Aceh Jaya di sektor Bio Massa, Kayu Lapis, dan sektor-sektor lainnya. Nantinya perusahaan-perusahaan itu akan menggandeng anak-anak perusahaan di bawah BUMG Bersama, ” terang Dr Nurdin dengan optimisme tinggi.

Sekretaris BUMG Bersama mengabarkan, satu jam setelah pelantikan, para pengurus BUMG Bersama langsung mengadakan rapat pertama bersama Pj Bupati Aceh Jaya menyusun persiapan investasi Bio Massa yang akan diimplementasikan dalam waktu segera.

Dr Nurdin berharap BUMG Bersama Aceh Jaya dapat mempercepat capaian-capaian kegiatan usaha. Hal-hal yang tadinya memakan waktu lama jika dilakukan oleh desa masing-masing atau oleh sektor swasta sendiri secara terpisah, sekarang dapat dipercepat prosesnya melalui jalan kolaborasi modal swasta dan dana publik setelah ada BUMG Bersama Aceh Jaya.

Baca Juga:  Pengusaha Abdya Diingatkan Tertib Administrasi

“BUMG Bersama ini sekaligus untuk mengoreksi kesalahan kebijakan ekonomi di berbagai daerah selama ini yang terlalu menyerahkan aset-aset sumberdaya alam komunal kepada perusahaan-perusahaan swasta saja. BUMG Bersama memastikan rakyat kita lah yang akan menerima manfaat paling besar dari usaha kelola SDA yang kita miliki, ” pungkas Pj Bupati itu yang juga merupakan Kapusdatin Kemendagri.

Zulfahmi, Direktur-1 dalam presentasi rencana kerja di hadapan forum Musyawarah Antar Gampong-III pada Rabu (14/12) menargetkan BUMG Bersama Aceh Jaya pada 2024 sudah berhasil berdiri di atas kaki sendiri dan dapat mendongkrak Penghasilan Asli Gampong (PAG) untuk 172 desa anggotanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.