Tiga Jam Lalu, Seorang Bocah Tenggelam di Krueng Aceh

Suasana di lokasi kejadian sungai Krueng Aceh, ratusan warga melihat upaya pencarian korban oleh Tim Basarnas, Minggu (12/06/2022). ANTARAN / SUPRIJAL YUSUF
Bagikan:

ANTARANNEWS.COM|BANDA ACEH – Seorang bocoh yang masih duduk di kelas tiga Sekolah Dasar (SD) dilaporkan tenggelam di sungai Krueng Aceh persisnya kawasan Kuta Alam dekat jembatan Simpang Surabaya, Minggu (12/6/2022) sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi. Hingga berita ini diturunkan bocoh malang yang disebut-sebut bernama Alul (9) anak dari Fitri warga Tanggul, Kuata Alam, Banda Aceh, belum juga ditemukan.

Pantauan, antarannews.com dilokasi kejadian tadi pagi, tidak kurang dua perahu karet sudah dikerahkan oleh tim Basarnas untuk melakukan upaya pencarian bocah yang ditenggelam saat sedang mandi dengan temannya itu. Bahkan, aparat kepoliasan dan TNI sudah berada di lokasi kejadian untuk melakukan penjagaan.

Baca Juga:  Kapolres Bener Meriah Serahkan Hewan Kurban Kepada Masyarakat

“Karena keruhnya air sungai dan arus bawah yang diduga cukup tajam, maka tim sulit dalam upaya pencarian untuk menemukan korban,” kata Budi seorang anggota RAPI Banda Aceh yang ikut memantau pencarian bocah tersebut.

Menurut keterangan yang dihimpun, Alul yang saat ini masih duduk di kelas tiga SD itu, sekitar pukul 10.00 WIB tadi pagi, bersama tiga temannya pergi ke lokasi kejadian dengan tujuan mandi dalam sungai. Entah bagaimana, korban yang langsung membuka baju dan langsung melombat ke sungai yang kondisi airnya cukup keruh.

Baca Juga:  Hujan Deras, Jembatan Lawe Simeulue Tergenang Banjir

Sementara, tiga temannya melihat korban meloncat dan langsung tenggelam, dan beberapa saat kemudian muncul kembali ke permukaan sambil melambai-lambaikan tangannya meminta tolong.

Melihat kejadian itu, salah seorang temannya berlarian ke rumah korban yang jaraknya sekitar 300 meter dari lokasi kejadian, untuk memberi tahu orang tuanya dan warga lainnya. Dalam gerak cepat puluhan hingga ratusan warga berlarian ke lokasi kejadian.

Saat yang bersamaan bocah itu kembali tenggelam dan tidak muncul lagi. Meskipun, upaya pencarian untuk berlangsung tiga jam juga belum berhasil ditemukan, karena air sungai cukup keruh dan arus bawah yang diduga cukup tajam.(*)

Baca Juga:  Rumpun Bambu Tersangkut di Pilar Jembatan, Pemicu Banjir Padang Kawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.