Tiga Mantan Pejabat di Aceh Selatan Ditahan Kajari

Satu dari eks pejabat Aceh Selatan yang ditahan Kajari Aceh Selatan. Foto ANTARAN/ist
Bagikan:

Jurnalis : Sahidal Andriadi

ANTARAN|TAPAKTUAN – Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Selatan menahan tiga mantan pejabat dilingkungan Pemerintah Aceh Selatan atas dugaan tindak pidana korupsi dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) pada Badan Kesejahteraan Keluarga, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKKP3A) Kabupaten Aceh Selatan tahun anggaran 2016.

Tiga mantan pejabat Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan yang ditahan tersebut, yakni MY selaku Kepala BKKP3A Aceh Selatan tahun 2016, BM selaku Sekretaris BKKP3A tahun 2016 dan TS selaku Bendahara BKKP3A tahun 2016. Dua dari tiga tersangka tersebut, Kamis (25/05/2023) untuk sementara ditahan di Rutan Kelas IIB Tapaktuan.

“Tim Penyidik pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Aceh Selatan telah menetapkan tiga tersangka terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi. Dua dari tiga tersangka tersebut hari ini kita tahan di Rutan Kelas IIB Tapaktuan,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Aceh Selatan, M. Alfryandi Hakim SH.

Baca Juga:  Strong Points Pagi, Polisi Bener Meriah Atur Lalu Lintas

Penetapan tersangka terhadap ketiganya ini, lanjut Kasi Intel, berdasarkan Surat Penetapan Tersangka MY Nomor: R-01/L.1.19/Fd.2/05/2023, Surat Penetapan Tersangka BM Nomor: R-02/L.1.19/Fd.2/05/2023, dan Surat Penetapan Tersangka TS Nomor: R-03/L.1.19/Fd.2/05/2023 tanggal 25 Mei 2023.

“Untuk mempercepat proses penyidikan, tersangka MY dan TS dilakukan penahanan selama 20 hari terhitung sejak 25 Mei 2023 sampai 13 Juni 2023 di Rutan Kelas IIb Tapaktuan,” jelas M. Alfryandi Hakim.

Baca Juga:  JASA Abdya Apresiasi Kejaksaan, Minta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di PT CA

Penahanan tersebut, lanjutnya, berdasarkan Surat Perintah Penahanan MY Nomor: PRINT-01/L.1.19/Fd.2/05/2023 tanggal 25 Mei 2023, Surat Perintah Penahanan BM Nomor: PRINT-02/L.1.19/Fd.2/05/2023 tanggal 25 Mei 2023, dan Surat Perintah Penahanan TS Nomor: PRINT-03/L.1.19/Fd.2/05/2023 tanggal 25 Mei 2023.

“Untuk tersangka BM, akan dilakukan penahanan kota dikarenakan yang bersangkutan sedang dalam keadaan sakit berat,” jelas Kepala Seksi Intelijen Kejari Aceh Selatan ini.

Dijelaskannya, MY dan tersangka lainnya disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 jo. Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga:  Pembunuhan Kasmurni di Bur Leme Ternyata Suaminya Sendiri

Sebelumnya, MY dan tersangka lainnya diperiksa dengan status sebagai saksi selama 4 jam sejak pukul 10.00 sampai pukul 14.00 WIB oleh 3 orang Tim Penyidik.

Selama pemeriksaan, MY dan tersangka lainnya diberikan pertanyaan oleh Tim Penyidik guna mengetahui keterlibatannya dalam peristiwa pidana pada pelaksanaan Dana Bantuan BOKB pada BKKP3A Kabupaten Aceh Selatan Tahun Anggaran 2016.

“Dalam perkara ini, kerugian keuangan negara berdasarkan Audit Inspektorat Kabupaten Aceh Selatan sebesar Rp.382.708.466 dari total anggaran Rp.757.440.000,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.