Tim FKL Diserang Harimau Luka Parah dan Kritis

Kondisi korban Ashari saat menjalani perawatan di Puskesmas Manggamat. Foto : dokumen Kepolisian. 
Bagikan:

“Ke empat korban merupakan tim Forum Konservasi Leuser (FKL). Dua diantaranya selamat dari serangan harimau. Dua lagi mengalami luka parah dan terdapat luka bekas cakaran satwa yang di lindungi itu,” ujar Marwazi.

Jurnalis : Dirman

ANTARANNEWS.COM|TAPAKTUAN – Dua korban yang diserang harimau Sumatera (Panthera Tigris) di hutan Sampali, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh, Provinsi Aceh, mengalami luka serius dan menjalani rawatan intensif.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Nova Suryandaru melalui Kapolsek Kluet Tengah Ipda Marwazi Lubis melalui sambungan seluler kepada wartawan menyebutkan, ke empat korban berhasil dievakuasi malam ini, Sabtu (28/01/2023), sekira pukul 22.00 WIB.

Baca Juga:  Pj Bupati Aceh Jaya Buka Kegiatan Bimbingan Belajar Sekolah Kedinasan

“Ke empat korban merupakan tim Forum Konservasi Leuser (FKL). Dua diantaranya selamat dari serangan harimau. Dua lagi mengalami luka parah dan terdapat luka bekas cakaran satwa yang di lindungi itu,” ujar Marwazi.

Awalnya, kata Kapolsek, korban Ashari, 36 tahun, penduduk Gampong (desa) Koto, Kluet Tengah ditemukan penuh luka akibat serangan harimau. Sementara Ardiman selamat tanpa mengalami luka.

Menurut Kapolsek, dua korban yang dievakuasi terakhir adalah Rusdianto dan Harri Kafri. Mestipun selamat namun satu diantaranya kritis.

Baca Juga:  Warga di Pedalaman Aceh Selatan Digegerkan Penemuan Tulang Belulang Manusia

“Rusdianto didapati berlumuran darah, luka parah dan terdapat bekas cakaran harimau. Hingga malam ini dan untuk sementara, korban Ashari dan Rusdianto dirawat intensif di Puskesmas Manggamat,” papar Marwazi singkat.

Artinya, tambah Kapolsek, dua korban, Ardiman dan Harri Kafri lolos dari intaian maut akibat terjebak sarang satwa yang di lindungi tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, empat tim FKL tetsebut memasuki hutan di kawasan gunung Sampali, Kluet Tengah. Mereka terjebak dengan sarang harimau liar.

Baca Juga:  Besok Gubernur Aceh Buka MTQ ke - XXXV Aceh, Ini Daftar Lokasi Pemondokan Kafilah 23 Kabupaten/Kota

“Kami belum terkonfirmasi secara detail bagaimana kronologi sebenarnya maut itu terjadi. Sekarang kita utamakan perawatan kedua korban,” tandas Marwazi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.