Tindakan Darurat, Jaringan Air Bersih Mulai Berfungsi di Lokasi Banjir Bandang Ladang Rimba

Kondisi warga Ladang Rimba, Trumon Tengah saat menikmati air bersih darurat yang dibangun pemerintah Aceh Selatan. ANTARAN / Istimewa.
Bagikan:

“Setelah bekerja ekstra untuk menindak lanjuti instruksi bapak Pj Bupati, Alhamdulillah jaringan air bersih untuk tindakan darurat sudah berfungsi di Ladang Rimba dan dinikmati warga,” kata Rima Eved Hendedy, ST, MSP.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Gerak cepat Pemerintah Daerah untuk membangun jaringan air bersih sebagai tindakan penanganan darurat di lokasi banjir bandang Ladang Rimba, Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh mulai berfungsi dan dinikmati masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Selatan yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA), Rima Eved Hendedy, ST, MSP, menyebutkan, pihaknya sudah berhasil membangun fasilitas jaringan air bersih untuk tindakan darurat.

Baca Juga:  Dewan Abdya Harap Kenaikan BBM Mesti Diimbangi Bantuan Tepat Sasaran 

“Setelah bekerja ekstra untuk menindak lanjuti instruksi bapak Pj Bupati, Alhamdulillah jaringan air bersih berpusat satu titik untuk tindakan darurat sudah berfungsi di Ladang Rimba dan mulai dinikmati warga” kata Rima Eved Hendedy, ST, MSP.

Ia mengatakan, kondisi air yang sudah bisa digunakan masyarakat tersebut belum memenuhi persyaratan kesehatan karena warnanya agak kekuning-kuningan. Penyebabnya, sumber air yang berjarak lebih-kurang 350 meter dari pemukiman penduduk tersebut masih dipenuhi lumpur.

Baca Juga:  BNPB RI : Banjir Bandang Ladang Rimba Aceh Selatan Bencana Masif

“Untuk sementara atau tindakan darurat, jaringan air bersih ini dipusatkan di satu titik. Bagi masyarakat yang agak jauh, kebutuhan air didistribusikan dengan menggunakan beberapa mobil tangki yang sudah dipersiapkan di lokasi,” jelas Rima Eved Hendedy.

Dikatakan Kabid SDA PUPR, jaringan air bersih ini dibangun dengan sistem intek, penyaringan dan bak penampung menggunakan pipa berdiameter 4 dan 6 inci dengan jarak 350 meter.

“Kami terus berusaha agar air bersih ini lebih baik dan bening, sehingga memenuhi standar air bersih layak dikonsumsi. Namun untuk kategori darurat sudah bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kesulitan air akibat sarana dan prasarana luluh lantak dihantam banjir bandang,” ulasnya.

Baca Juga:  Plt Sekdakab Agara Buka Pelatihan PK2UMK Amran

Informasi dihimpun antaran, selain fasilitas air bersih, Pj Bupati Aceh Selatan juga mengintruksikan jajarannya segera membangun tiga unit jamban (WC) umum di tiga titik di lokasi banjir bandang Ladang Rimba.

Hingga berita ini dipublikasi, antaran belum berhasil mendapat konfirmasi akurat terhadap pembangunan tiga unit jamban.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.