Tipu Belasan Korban, Calo Rekrutmen CPNS Diamankan Polisi

Foto : Kapolres Bener Meriah, AKBP Nanang Indra Bakti SIK saat melakukan konferensi pers bersama awak media di halaman Gedung Satreskrim Polres Bener Meriah, Rabu (30/08/2023). Foto Ist
Bagikan:

“Dari 16 korban, saat ini baru satu korban yang melapor yaitu AF (35) warga Kampung Uning Teritit, Kecamatan Bukit, kabupaten Bener Meriah,” tuturnya.

Jurnalis : Aman Ipak

ANTARAN|REDELONG – Satuan Reserse Kriminal Polres Bener Meriah berhasil mengungkap kasus penipuan rekrutmen CPNS yang mengakibatkan kerugian mencapai Rp 700 juta.

Polres Bener Meriah berhasil menangkap seorang pelaku wanita berinisial N (46) yang merupakan Pegawai Negeri Sipil di salah satu SMP di kecamatan Peudada, Bireun.

Baca Juga:  Jelang Operasi Bina Kusuma Polres Aceh Selatan Gelar Lat Pra Ops

Kapolres Bener Meriah, AKBP Nanang Indra Bakti S.IK dalam konferensi pers yang digelar di halaman Gedung Satreskrim setempat menyampaikan bahwa pengungkapan kasus penipuan berdasarkan laporan polisi LP-B/33/III/2023.

“Seusai menerima laporan kami langsung melakukan penyelidikan. Selanjutnya tim kami menemukan 2 alat bukti awal. Selanjutnya N ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini sedang diamankan. Sebelumnya pelaku berhasil diamankan di Kecamatan Labuhan Haji, Aceh Selatan,” ungkap Kapolres, Rabu (30/8/2023).

Lebih lanjut kata Nanang, dalam aksinya pelaku mengiming-imingi korban lulus rekrutmen CPNS jalur khusus apabila korban memberikan uang tunai sebesar Rp. 40 juta. Pelaku berjanji akan mengembalikan uang bila korban dinyatakan tidak lulus.

Baca Juga:  Beutong Banjir, Sejumlah Rumah Rusak dan Tidak Ada Korban Jiwa 

“Dari 16 korban, saat ini baru satu korban yang melapor yaitu AF (35) warga Kampung Uning Teritit, Kecamatan Bukit, kabupaten Bener Meriah,” tuturnya.

Nanang menambahkan, sebelumnya korban sempat menerima surat pemberitahuan pengumuman kelulusan CPNS dengan nomor : E 28-30/V22-1/115 tanggal 10 september 2021 berisikan nama-nama peserta CPNS yang lulus sekaligus dengan nomor NIP dan lokasi penempatan.

Namun sampai saat ini korban masih berstatus honorer di RSUD Muyang Kute , Bener Meriah. Setelah dikonfirmasi ke Badan Kepegawaian Negara ternyata surat tersebut tidak pernah dikeluarkan atau tidak sah.

Baca Juga:  Damharius : Pelantikan Keuchik Terpilih Oktober Mendatang 

“Kini barang bukti berupa lembar slip setoran Bank Aceh telah diamankan. Jika terbukti bersalah pelaku akan disangkakan pasal 372 Jo Pasal KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,” tutup Nanang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.