Tokoh Masyarakat Trumon, Aceh Selatan Minta Maaf dan Sesalkan Statemen Oknum LSM

Tokoh masyarakat Trumon, Ardianto, ST.
Bagikan:

“Kami meminta maaf kepada pemerintah daerah, relawan dan sukarelawan atas penyampaian aspirasi emak-emak, namun kami sangat menyesalkan statemen oknum LSM,” kata Ardianto, ST.

TAPAKTUAN-Tokoh masyarakat Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh menyampaikan rasa kesal dan kekecewaannya atas statemen oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LMS), pasca emak-emak menggelar aksi damai di Ladang Rimba, Trumon Tengah, Senin (5/2/2024) kemarin.

Pernyataan tersebut disampaikan warga Gampong Ladang Rimba, Trumon Tengah, Ardianto, ST kepada antaran, Rabu (7/2/2024), melalui percakapan telepon genggam dan pesan singkat.

Ia mengatakan, mewakili seluruh warga Ladang Rimba khususnya dan masyarakat Trumon pada umumnya, kami meminta maaf kepada jajaran pemerintah Aceh Selatan, unsur Forkopimda, Pemprov Aceh, relawan dan sukarelawan yang telah membantu memulihkan kondisi memprihatinkan pasca musibah banjir bandang yang terjadi pada Senin tanggal 20 November 2024.

Baca Juga:  Kapolres Jaring Keluhan Masyarakat Abdya

“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang tiada terhingga, atas sumbang sih, tenaga, pikiran dan harta benda yang susah payah disumbangkan untuk membantu korban bencana alam banjir bandang dan banjir luapan serta memulihkan kondisi Ladang Rimba dari situasi parak poranda,” kata Ardianto.

Selebihnya, perkenankan kami menyampaikan ucapan maaf kepada bapak Penjabat (Pj) Bupati Cut Syazalisma dan jajaran, atas sikap kurang menyenangkan karena sebagian warga (emak-emak) menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi damai.

Sambung Ardianto, masyarakat mengetahui, saat ini pemerintah daerah sedang berusaha keras untuk memperjuangkan masa transisi menuju rehab rekonstruksi secara menyeluruh.

Baca Juga:  Normalkan Pasokan Listrik di Simeulue, PLN Wil Meulaboh Datangkan 4 Unit Mesin

“Secara konstitusi, menyampaikan pendapat adalah hak warga negara, namun jangan sampai ada pihak mempolitisir hingga menyerempet ke persoalan yang merugikan masyarakat sendiri. Apalagi ada orang sok tau dan seolah-olah lebih tahu, pada hal tidak mau tahu,” paparnya.

Harapan kami, jangan sampai gara-gara setitik nila, upaya, kegigihan dan perjuangan pemerintah daerah yang sedang ditempuh menjadi kendor. Nanti dampaknya yang akan merasakan adalah warga Trumon sendiri.

Melalui media ini, sebelumnya kami meminta maaf yang sebesar-besar kepada oknum LSM, rasanya sangat tidak pantas mengeluarkan statemen meminta kinerja Pj Bupati Aceh Selatan dievaluasi, karena penanganan musibah banjir bandang sudah sangat luar biasa dilakukan.

“Masyarakat Ladang Rimba, Trumon Tengah yang mengalami musibah sangat memahami masalah. Keseriusan pemerintah daerah dalam upaya pemulihan dan menormalisasi bencana dahsyat tersebut tergolong sangat cepat. Walaupun seharusnya tidak semudah membalik telapak tangan,” tegas Ardianto.

Baca Juga:  For-Pas: Jangan Gegara Ayam Tidak Bertelur Berandang Padi Hendak Dibakar

Perlu diketahui, persoalan penanganan bencana banjir bandang yang meluluhlantakan semua sektor, tidak segampang mengurus urusan rumah tangga atau sebuah gampong. Jadi mohon sama-sama berjuang dan berbicara objektif serta menjaga perasaan orang lain.

“Menurut saya, kalau berbicara itu sangat mudah dan gampang, tetapi coba turun ke lapangan berjibaku dan berusaha ke semua sektor, termasuk melobi pemerintah provinsi dan pusat. Mungkin di tingkat gampong saja kita harus lempar handuk karena tidak memiliki kemampuan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.