Tolak Peserta Test Tersandung Kasus Kode Etik, BEM UGL Kutacane Gelar Demo

BEM Universitas Gunung Leuser Kutacane Aceh Tenggara, menggelar aksi Demo menolak 5 calon peminat komisioner KIP Agara yang pernah dijatuhi sanksi pihak DPKP RI.Senin (18/12/2023). ANTARAN / Fandi
Bagikan:

“Mereka tidak pantas diluluskan dalam seleksi pencalonan KIP Aceh Tenggara, mereka pernah mendapat catatan hitam pelanggaran yang telah diputuskan DKPP-RI, terkait dengan kode etik,” sebutnya.

Jurnalis : Fandi

ANTARAN|KUTACANE – Puluhan mahasiswa yang mengatas namakan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gunung Leuser Aceh Tenggara (BEM-UGL Agara) melakukan aksi demo di depan Gedung DPRK setempat, Senin (18/12/2023).

Dalam orasinya, Pendemo menuntut kepada Tim Panitia Penyeleksi (Pansel) agar lima calon Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat, digugurkan karena dianggap telah tersandung dengan kasus kode etik dari DKPP-RI.

Koordinator Aksi, Rasyid Ridho mengatakan, seleksi calon KIP Aceh Tenggara, yang diselenggarakan oleh Panitia seleksi di Gedung DPRK tersebut, tidak selayaknya memberikan kelulusan terhadap lima calon yang disebut-sebut tersandung dengan kode etik dari DKPP-RI.

Baca Juga:  Pj Bupati Aceh Jaya Tinjau Lokasi Abrasi Sungai di Gampong Tuwie Peuriya

“Mereka tidak pantas diluluskan dalam seleksi pencalonan KIP Aceh Tenggara, mereka pernah mendapat catatan hitam pelanggaran yang telah diputuskan DKPP-RI, terkait dengan kode etik,” sebutnya.

Pihaknya tidak ingin melihat oknum-oknum komisioner KIP ke depannya memiliki rekam jejak yang buruk dan memalukan, karena itu pendemo meminta agar calon tersebut tidak diluluskan dalam rekrutmen komisioner KIP Aceh Tenggara.

“Kami meminta Tim Pansel dan DPRK, agar bersedia membuat surat tertulis untuk menolak lima calon tersebut, agar tidak kembali merusak nilai demokrasi pada pemilihan ke depan,” tambahnya.

Pada pendemo juga meminta saat itu juga Tim Pansel dan DPRK agar memberikan alasan-alasan terkait dengan lima calon KIP yang diikut sertakan sebagai calon peserta komisioner KIP tersebut.

Baca Juga:  Warga Agara Temukan Mayat tak Dikenal Hanyut di Sungai Alas

Ketua Tim Panitia Penyeleksi, Zulkanedi, M. MA, mengatakan rekrutmen calon komisioner KIP Aceh Tenggara, tetap merujuk pada regulasi yang berlaku. “Kita melaksanakan perekrutan calon KIP, sesuai dengan Qanun Aceh,” jelasnya.

Terkait dengan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh lima komisioner KIP yang saat ini ikut seleksi tersebut, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan aturan yang melarang terhadap pencalonan lima oknum komisioner yang pernah dilaporkan karena dugaan terlibat kasus suap.

Namun, apa yang disampaikan oleh mahasiswa tersebut, akan menjadi pertimbangan Tim Pansel selanjutnya. “Tim Pansel hanya menjalankan tahapan, soal Keputusan kelulusan terhadap calon KIP nantinya akan diputuskan oleh Komisi A DPRK,” terangnya.

Baca Juga:  Diduga Curi Emas, Seorang Wanita Cantik Diringkus Polisi

Ketua Komisi A DPRK Aceh Tenggara, Supian Sekedang, mengatakan pihaknya juga akan mempertimbangkan masalah yang disampaikan oleh mahasiswa tersebut. “Komisi A DPRK Aceh Tenggara, tetap merujuk dengan regulasi dan akan mempertimbangkan usulan mahasiswa tersebut,” ujarnya.

Informasi diterima antaran dari berbagai sumber menyebutkan, lima calon KIP Aceh Tenggara yang disebut-sebut mendapat teguran PP dari Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilu (DKPP), terkait pelanggaran kode etik tersebut, diantaranya berinisial, PASP, RE, MSD, KS dan S yang Saat ini tengah mengikuti seleksi test ujian baca Alquran dan wawancara di Gedung DPRK Agara.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.