Tumpukan Material Bijih Besi “Menggunung” di Pelabuhan Tapaktuan, Diduga Cemari Lingkungan

Material tumpukan batu biji besi di Pelabuhan Tapaktuan, Aceh Selatan Provinsi Aceh. Senin (25/3/2024). ANTARAN/Sudirman Hamid
Bagikan:

“Saya menjamin tidak ada pencemaran lingkungan, buktinya ikan tidak mati dan masyarakat yang mandi di seputaran lokasi juga tidak terjadi apa-apa,” kata Jaruslim, SH.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Tumpukan material bijih besi milik PT Pinang Sejati Utama (PSU) di Pelabuhan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh mengeluarkan limbah berwarna hijau. Kondisi ini dikhawatirkan akan mencemari lingkungan, terutama biota laut.

Investigasi dan pantauan wartawan di lokasi, ditemukan cairan berwarna hijau menggenangi saluran (parit) dan mengalir ke laut. Kondisi tersebut dikhawatirkan akan terjadi pencemaran lingkungan. Pasalnya, cairan tersebut membuat perubahan warna benda lain menjadi hijau.

Baca Juga:  Telah Hadir, Warung Kupi R2 di Blangpidie

Cairan yang keluar dari tumpukan bijih besi mengalir ke parit Gedung milik Syahbandar Tapaktuan, kemudian mengalir ke laut. Dugaan sementara, cairan tersebut memiliki zat logam yang belum diketahui unsurnya.

Limbah berwarna hijau mengalir ke laut, batuberubah warna di Pelabuhan Tapaktuan. ANTARAN/Sudirman Hamid.

Kepala Kantor Sabandar Aceh Selatan, Jaruslim SH yang dikonfirmasi antaran melalui seluler menyebutkan, dari kondisi yang dilihat, cairan warna hijau tersebut tidak mencemari lingkungan. Buktinya, ikan masih hidup dan banyak yang memancing di situ. Masyarakat yang mandi juga tidak terjadi apa-apa.

“Dasar bukti-bukti di lapangan dan keterangan pihak PT PSU, saya menjamin tidak ada pencemaran lingkungan yang diakibatkan limbah batu bijih besi, walaupun belum ada hasil laboratorium,” ujar Jaruslim Rabu (27/3/2024).

Baca Juga:  BKSDA Turunkan Tim Cegah Konflik Harimau di Kluet Timur

Melihat kondisi di lapangan dan keterangan PT PSU, lanjutnya, tidak perlu di uji laboratorium, jikapun dibutuhkan akan dilaksanakan oleh pihak berkompeten untuk memastikan tidak ada pencemaran.

Surat Keterangan Barang Bijih Besi PT PSU. ANTARAN/Istimewa.

“Operasional dan menumpukan batu bijih besi bersifat sementara di Pelabuhan Tapaktuan sebelum dikapalkan, pihak Perusahaan PT PSU sudah mengantongi izin resmi dari Pertambangan dan lembaga terkait. Jadi, kami berpegang dari dasar itu,” imbuh Jaruslim.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Selatan, T. Masrizal,S.Hut, M.Si saat dikonfirmasi wartawan meminta untuk dikirimkan vidio pencemaran tersebut kepada pihaknya untuk dipelajari dilapangan.

Baca Juga:  Tangani Inflasi, Pj Bupati Aceh Selatan Bersama Forkopimda Sidak Harga Sembako

Sebagai Dinas Lingkungan Hidup, pihaknya mengaku belum mengetahui hal tersebut. Jurusnya, meminta hasil pantauan media.

Limbah bersumber dari batu bijih besi bewarna hijau

Sebelum berita ini ditayang, Humas PT PSU saat hendak dikonfirmasi wartawan di kantornya di Pasar Baru Tapaktuan, Senin (25/3/2024) ternyata tidak berada di tempat. Pesan yang dititipkan kepada karyawannya juga belum mendapat respon.

Bukan hanya sampai disitu, pesan WhatsApp yang dikirim, Rabu (27/3/2024) oleh wartawan untuk mendapat penjelasan juga tidak ditanggapi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.