Tumpukan Sampah di Gunung Kerambil Nodai Keindahan Kawasan Kota Tapaktuan

Kondisi tumpukan sampah hingga bertebaran ke badan jalan nasional di Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan. Minggu (25/2/2024). ANTARAN/Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Aceh Selatan tersohor dengan keindahan alam yang kaya objek wisata, namun kenyamanan dan kebersihannya ternodai dengan tumpukan sampah di kawasan ibu kota,” kata Wirna Salsabila.

Jurnalis: Sudirman Hamid

ANTARAN l TAPAKTUAN – Perasaan geli dan alergi berkecamuk saat tiba di kawasan perkotaan Tapaktuan, pasalnya tumpukan sampah hingga bertebaran ke badan jalan nasional, tepatnya di kawasan gunung Kerambil menodai kenyamanan dan keindahan ibu kota Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh sejak beberapa hari terakhir.

Ungkapan memprihatinkan dan menggelitik tersebut disampaikan salah seorang pendatang asal Padang Sidempuan, Sumatera Utara, Wirna Salsabila. Katanya, harus diakui panorama alam dan pesona Pantai di Aceh Selatan sangat menakjubkan hingga kemolekannya tersohor ke luar daerah. Namun, kemegahan tersebut tidak dirawat dengan sempurna.

Baca Juga:  Komisioner KIP Aceh Selatan Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

“Sejak beberapa hari kami wara-wiri di sini, hanya satu hal yang menjadi biang kerok serta mengurangi minat pengunjung, yakni tumpukan sampah di pinggir jalan nasional. Selain mencemari lingkungan, keberadaan sampah itu turut menebar aroma tidak sedap,” ujar Mirna Salsabila kepada antaran, Sabtu (24/2/2024) sore kemarin.

Sebenarnya, tutur Mirna Salsabila, kami sengaja mampir di lereng bukit ini untuk menikmati suasana romantis matahari tenggelam (swastamita). Sayangnya minat itu buyar akibat aroma buruk bersumber dari tumpukan sampah yang tidak jauh dari tempat kami mangkal.

Baca Juga:  Kejari Simeulue Terima Pelimpahan Tahap II Kasus WNA Aniaya Warga Dan Berakhir Damai

Herannya, tambah dia, di lokasi tumpukan sampah terpasang papan pamflet larangan membuang sampah serta akan di denda. Hal itu menimbulkan tanda tanya bagi pendatang, terlalu tipiskah kesadaran masyarakat setempat terhadap kebersihan lingkungan atau pihak berwenang tidak bertanggung jawab atas tugas dan kewajiban mereka??

“Seharusnya, sampah-sampah itu diangkut dan dibuang ke tempat pembuangan sampah oleh petugas kebersihan dan lingkungan sehingga tidak bertebaran dan menodai kenyamanan ibu kota. Iya, saran saya seperti itu, semoga dapat ditertibkan dengan baik,” ucap wanita asal Kota Salak tersebut.

Baca Juga:  Semarak HUT Ke-78 RI, Pesantren Nurul Aqlam Gelar Berbagai Lomba

Pantauan antaran, tumpukan sampah serta turut berserakan ke badan jalan nasional yang disebut-sebut warga di Gunung Kerambil, kecamatan Samadua yang termasuk wilayah ibu kota Tapaktuan itu, ternyata benar adanya.

Hingga Minggu, (25/2/2024), kondisinya semakin banyak. Jika tidak ditindaklanjuti, maka tidak tertutup kemungkinan sampah akan terus menumpuk dalam jumlah yang terus meningkat. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.