Tumpukan Sampah di Kawasan Perkotaan Aceh Selatan Bukan Role Model

Walaupun sudah dipasang pamflet larang, namun sampah berserakan di Gunung Kerambil, Rabu (27/12/2023) pagi. ANTARAN / Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Kami sudah berusaha menghimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, bahkan pernah membersihkan bersama keuchik. Namun kembali diulangi dan sampah menumpuk,” kata Camat Samadua TM Nasrijal.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Tumpukan sampah yang menjijikan dan mengurangi keindahan zona ibu kota Tapaktuan terlihat di pinggiran jalan nasional, tepatnya di kawasan Gunung Kerambil, Kecamatan Samadua dan itu bukan role model tetapi menjadi momok keburukan.

Salah seorang pengunjung asal, Medan, Sumatera Utara Rudiansyah (38) mengakui, panorama dan keindahan alam di Kota Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan sangat menakjubkan, termasuk di kawasan gunung Kerambil. Sayangnya tidak ditunjang dengan kebersihan.

Baca Juga:  KNRP Aceh : Mencapai Rp 923 Juta, Aceh Selatan Serahkan Donasi Terbesar Untuk Rakyat Palestina

“Harus diakui, Aceh Selatan sangat strategis dikembangkan objek wisata. Seharusnya bisa menjadi role model. Namun dibeberapa lokasi masih ditemukan tumpukan sampah, seperti di gunung Kerambil,” ujarnya saat bertemu antaran di lokasi, Rabu (27/12/2023).

Kata dia, kami sebagai pendatang memberi saran, pemerintah daerah dan pihak berkewenangan harus memperhatikan masalah ini agar tercipta kenyamanan dan kebersihan lingkungan terlebih di kawasan perkotaan.

Camat Samadua, TM Nasrijal, S.STP, M. Si yang dikonfirmasi menyebutkan pihaknya sudah berusaha menyampaikan himbauan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarang tempat. Bahkan sudah memandang spanduk himbauan sebelum dipasang pamplet maklumat larangan dengan ancaman denda Rp 500.000 bagi sipelanggar.

Baca Juga:  Partai Demokrat Simeulue Resmi Daftarkan 20 Bacaleg ke KIP

“Kami sudah berusaha menghimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, bahkan pernah melakukan aksi pembersihan bersama keuchik. Namun kembali diulangi oleh yang tidak bertanggungjawab,” kata Camat Samadua TM Nasrijal.

Sejauh ini, sambung TM Nasrijal, pihak Muspika Samadua belum berhasil mengindentifikasi pelaku pembuang sampah di puncak gunung Kerambil yang nota benenya titik perbatasan Samadua dengan kecamatan Tapaktuan.

Menindaklanjuti permasalahan ini, ia meminta masyarakat sekitar untuk tidak lagi membuang sampah di lokasi disebutkan atau di areal yang bukan tempat buang sampah. Semua ini demi kebaikan dan kebersihan lingkungan.

Baca Juga:  Selain dari Daerah dan Donatur, Bantuan Provinsi Aceh Mengalir Untuk Korban Banjir Bandang Ladang Rimba

“Selain warga, kami juga berharap kepada pihak terkait untuk pro aktif meminimalisir dan benar-benar menjaga lingkungan dari berbagai indikasi yang berdampak buruk bagi Aceh Selatan,” pungkas Camat Samadua. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.