Usai Ditinjau Pj Bupati, Jembatan Alur Lenggom Rerebe – Perlak Mulai Diperbaiki

Jembatan Alur Lenggom Pantan Kela di jalan Rerebe menuju Desa Perlak, Kecamatan Tripe Jaya yang hanyut akhirnya diperbaiki oleh Dinas PUPR Gayo Lues. ANTARAN / Bayu Y
Bagikan:

“Dinas PUPR sebenarnya sudah lama merencanakan pembangunan kembali jembatan di jalan Rerebe – Perlak, namun karena keterbatasan dana Daerah baru kali ini bisa dilaksanakan,” terang Amin Tunjung.

Jurnalis : Bayu Y

ANTARAN|BLANGKEJEREN – Usai ditinjau Bupati Gayo Lues Drs Alhudri pada 08 Mei 2023 yang lalu, jembatan Alur Lenggom Pantan Kela di jalan Rerebe menuju Desa Perlak, Kecamatan Tripe Jaya yang hanyut akhirnya diperbaiki oleh Dinas PUPR Gayo Lues. Jembatan putus akibat banjir bandang pada tahun 2021 yang lalu itu kini mulai di bangun kembali.

Baca Juga:  Pemkab Simeulue Peringati Hari OTDA Ke-27 dan Hardiknas 2023

Kadis PUPR Gayo Lues melalui Kabid Bina Marga, Amin Tunjung, Senin (18/09/2023) membenarkan jembatan akan di perbaiki kembali, guna memperlancar arus transportasi dari pusat kota kecamatan Rerebe menuju Desa Perlak.

Keluar masuk desa selama ini masyarakat desa Perlak harus turun ke sungai. Meskipun tidak besar arusnya, namun bila musim hujan dapat menghanyutkan pengendara.

“Dinas PUPR sebenarnya sudah lama merencanakan pembangunan kembali jembatan di jalan Rerebe – Perlak, namun karena keterbatasan dana Daerah baru kali ini bisa dilaksanakan,” terang Amin Tunjung.

Baca Juga:  Ansar dan Tia Didaulat Sebagai Sebujang - Seberu Duta Wisata Gayo Lues 2023

Lebih lanjut, Amin mengatakan, saat ini Dinas PUPR sudah mulai bekerja, alat berat sudah turun ke lokasi jembatan untuk membuat pondasi pada jembatan. Diharapkan dalam satu bulan ke depan jembatan sudah dapat dinikmati masyarakat.

Camat Tripe Jaya Perlak, Muhammad Amin sangat bersyukur jembatan perlak diperbaiki kembali, mengingat jembatan penghubung pusat Kecamatan Rerebe menuju Desa Perlak merupakan akses ekonomi masyarakat.

“Tampa jembatan yang memadai akan menghambat laju ekonomi masyarakat di desa perlak. Masyarakat tidak bisa mengangkut hasil penen dengan maskimal,” pungkasnya.(*)

Baca Juga:  Terkait Ibu Melahirkan di Mobil Ambulance, SMNI Aceh Barat : Pecat Kapus Layung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.