Ustaz Qaharuddin Kombih Ceramah Maulid Nabi Di Masjid Al Iman Jontor

Para jamaah mendengarkan tausiyah Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Al Iman, Jontor. ANTARAN / Khairul
Bagikan:

Memperingati hari lahir nabi sebagai bentuk cinta Nabi Muhammad akan mendapat syafaat/pertolongan dari Allah Swt. Syafaat diperlukan karena baik atau banyak amal setiap orang belum cukup mengantar ke surga. 

Jurnalis : Khairul

ANTARAN|SUBULUSSALAM – Abuya Ustaz H. Qaharuddin Kombih, S.Ag, M.Ag, unsur Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Aceh Ceramah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah di Masjid Al Iman, Kampong Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Minggu (8/10/2023) malam.

Dihadiri kepala kampong dan segenap aparatur kampong, ratusan masyarakat Jontor dan keluarga besar Pondok Pesantren DMT Subulussalam Jontor, unsur Muspika, Kapolsek Iptu Evizarrianto, SAB dan undangan lain, Nabi Muhammad SAW disebut menjadi suri tauladan, contoh terbaik di muka bumi. Sifat sidik, amanah, tablig dan fathanah contoh paripurna untuk semua umat.

Memperingati hari lahir nabi sebagai bentuk cinta Nabi Muhammad akan mendapat syafaat/pertolongan dari Allah Swt. Syafaat diperlukan karena baik atau banyak amal setiap orang belum cukup mengantar ke surga.

Baca Juga:  PPS dan PPK Se - Abdya di Bimtek Jelang Rekrutmen KPPS

Disebut tahun gajah, karena pasukan Abrahah dari Yaman datang ke Mekah, termasuk 13 ekor gajah mau menghancurkan ka’bah. Namun burung ababil membawa batu-batu kecil di mulut dan kaki menjadi alat untuk melumpuhkan pasukan Abrahah.

Kisahkan sejarah Nabi Isa AS dan muridnya dalam perjalanan panjang dengan sejumlah kejadian hingga berpisah, karena murid tidak jujur dan tidak mampu mengendalikan nafsu.

Saat akan berjalan, Nabi Isa siapkan tiga potong roti, dibagi tiga. Satu disimpan murid sebagai stok, meski ketika Nabi Isa singgah di sungai si murid menghabiskan roti itu. Lalu saat singgah di suatu tempat roti diminta, si murid akui tidak ada lagi atau sudah hilang.

Baca Juga:  Aktivis Tolak Tambang Dilapor ke Polisi, Layang Surat Terbuka Ke Kapolri

Dalam lanjutan perjalanan, Nabi Isa menyembuhkan orang buta menjadi bisa melihat dan sakit kusta. Menyeberangi sungai dengan berjalan di atas air karena tidak ada jembatan dan menyembelih seekor rusa, dimasak lalu dimakan, lantas dihidupkan kembali oleh Nabi Isa.

Pada setiap momen singgah dan kejadian itu, murid tetap memuji kehebatan guru, meski guru pastikan itu kuasa Allah. Di setiap momen itu pula, guru bertanya siapa memakan roti mereka dan tidak pernah diakui si murid jika dialah yang memakan.

Singgah dan istirahat terakhir di sebuah bukit, ditemukan bongkahan emas. Tiga bongkahan emas dibagi tiga, satu disimpan sang guru. Ditanya dikemanakan emas itu, dijawab guru akan diberi kepada yang mengaku memakan roti. Sang murid spontan akui, dirinyalah yang memakan roti itu.

Baca Juga:  Isak Tangis Warnai Kepulangan Jenazah TKI Asal Lembah Sabil Yang Wafat di Malaysia

Tiga bongkah emas diserahkan kepada murid, sang guru pergi dan keduanya berpisah. Dari awal sang guru sudah tahu jika yang memakan roti itu jelas muridnya.

Saat sendiri, dua orang perampok datang dan meminta emas. Sang murid yang ditinggal guru tawarkan bagi tiga. Sebelum dibagi, satu di antara perampok membeli makanan, jauh dari lokasi itu.

Dua orang yang tinggal sepakat mencelakakan rekan mereka jika kembali agar emas dibagi dua. Namun si pembeli makanan juga mencampur makanan keduanya dengan racun agar bongkahan emas jadi miliknya.

Tiba di lokasi, si pembeli makanan dibunuh dan makanan disantap. Usai makan keduanya tewas. Emas tetap utuh, tiga pemuda mati karena tidak jujur, serakah dan tidak mampu mengendalikan nafsu.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.