UTU dan Mahkamah Konstitusi Tandatangani Kerjasama

Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Dr Drs Ishak Hasan MSi dan Sekretaris Mahkamah Konstitusi RI, Prof Dr M Guntur Hamzah SH MH menandatangani kerjasama antara UTU dan MK RI terkait program tridarma perguruan tinggi. Foto IST
Bagikan:

“Kita harapkan para mahasiswa generasi muda ini bisa lebih memahami peran pentingnya Mahkamah Konstitusi dalam sistem ketatanegaraan,” Ujar Rektor.

Jurnalis : Al-Faraby

ANTARANNEWS.COM|MEULABOH – Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Dr Drs Ishak Hasan MSi dan Sekretaris Mahkamah Konstitusi RI, Prof Dr M Guntur Hamzah SH MH menandatangani kerjasama antara UTU dan MK RI terkait program tridarma perguruan tinggi.

Kemudian dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang diikuti para undangan,  dosen dan mahasiswa lingkup UTU. Dua agenda itu berlangsung di Aula Gedung Kuliah Terintegrasi, Kampus UTU Alue Penyareng, Sabtu pagi (22/10/2022).

Kerjasama UTU – MK RI merupakan tindak lanjut dari inisiasi  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UTU.  Menariknya, kerjasama yang ditandatangani dengan teknologi digital itu berlangsung tanpa batas waktu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Danrem 012/Teuku Umar Kolonel Inf Riyanto SIP, Wakil Rektor III UTU, Dr. Mursyidin, MA, Dekan FISIP, Basri, SH., M.H, Dekan Fakultas Pertanian, Ir. Yuliatul Muslimah, M.P dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

Baca Juga:  Di Bulan Oktober 2022 Ini, PT Pertamina Buka 20 Lowongan Kerja

Rektor UTU, Dr Ishak Hasan, M.Si dalam sambutannya menegaskan bahwa generasi muda harus bisa memahami pentingnnya MK dalam sistem ketatanegaraan.

“Kita harapkan para mahasiswa generasi muda ini bisa lebih memahami peran pentingnya Mahkamah Konstitusi dalam sistem ketatanegaraan,” Ujar Rektor.

Dihadapan Sekjend dan Hakim MK dan jajarannya, Rektor menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kerjasama dan Seminar Nasional yang sangat penting guna menambah pengetahuan dan wawasan para mahasiswa.

Sementara itu Sekjen MK RI Prof Dr M Guntur Hamzah dalam sambutannya menyampaikan kerjasama ini pantas disyukuri untuk meningkatkan peran dan fungsi masing-masing. Prof Guntur Hamzah berharap kerjasama antara MK RI dan UTU kedepan dapat lebih ditingkatkan lagi dengan berbagai kegiatan yang dapat dilakasanakan bersama.

Baca Juga:  Lagi, Kebakaran Kembali Hanguskan Rumah Warga Subulussalam

Usai proses penandatangan kerjasama, dilanjutkan dengan Keynote Speech dari  Hakim Mahkamah Konstitusi Yang Mulia Dr. Wahiduddin Adams SH, M.Hum  yang menyampaikan bahwa hampir seluruh negara di dunia memiliki konstitusi, baik itu written Constitution dan unwritten Constitution, kemudian disampaikan pula mengenai hal-hal yang termuat dalam konstitusi mulai dari sejarahnya, tujuan negara, dan ideologi negara.

Selanjutnya, Seminar Nasional dengan narasumber  Hakim Konstitusi Yang Mulia Prof Dr Enny Nurbaningsih SH., M.Hum dan guru besar Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Prof.Dr. Ilyas Ismail., S.H., M.Hum. Seminar ini dipandu oleh Wakil Dekan 1 FISIP UTU, Dr. Afrizal Tjoetra, M.Si dengan tema “Konsep Desentralisasi Asimetris dalam Negara Hukum Pancasila,”

Dalam paparannya, Hakim Konstitusi Yang Mulia Prof. Dr. Enny Nurbaningsih, S.H., M.Hum, tentang pemberlakuan desentralisasi asimetris di Indonesia karena situasi khusus atau istimewa, seperti Aceh, Papua, Yogyakarta, dan Jakarta.

Baca Juga:  Baliho Caleg dan Balon Wali Kota Warnai Subulussalam 

Khusus untuk Aceh, Guru Besar UGM ini menyampaikan mengenai partai politik lokal yang berlaku di Aceh. “”Partai politik lokal di Aceh diatur dalam Undang-undang No. 11 tentang Pemerintahan Aceh”, ujar Hakim Konstitusi.

Sementara itu, Guru Besar USK Prof.Dr. Ilyas Ismail., S.H., M.Hum menjelaskan perihal desentralisasi asimetris bidang pertanahan. “Kewenangan bidang pertanahan secara umum diatur secara terpusat, namun untuk Aceh memiliki kewenangan khusus dalam HGU dan HGB”, ujar Dekan FH Universitas Syiah Kuala periode 2017 – 2021.

Usai penyampaian materi dari kedua narasumber, kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab. Sejumlah mahasiswa UTU diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan kemudian dengan lugas dijawab oleh Yang Mulia Prof. Dr. Enny Nurbaningsih dan Prof. Dr. Ilyas Ismail, SH, M.Hum.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.