Warga Abdya Keluhkan Sulitnya Memperoleh BBM, Ini Kata Ketua DPC Organda Abdya

Ketua DPC Organda Abdya, H Munir H Ubit
Bagikan:

“Harusnya pihak Pertamina jangan hanya mementingkan keuntungan semata dan mengabaikan kepentingan masyarakat. Disaat harga BBM dinaikan, harusnya pelayanan semakin baik dan pasokan BBM jangan dikurangi. Inikan sama saja menjerat leher masyarakat,” ujarnya yang juga anggota DPRK Abdya.

Jurnalis : Agus

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengeluhkan kondisi bahan bakar minyak (BBM) yang semakin sulit didapat. Bahkan pihaknya mengecam tindakan Pertamina yang dinilai telah merugikan banyak pihak akibat sulitnya mendapatkan BBM. Hal itu dikatakan Ketua DPC Organda Abdya, H Munir H Ubit, Jum’at (28/10/2022)

“Tidak sedikit jasa angkutan orang dan barang baik antar kota maupun antar provinsi yang terpaksa harus mangantre dalam jangka waktu lama. Parahnya, setelah lama mengantre, secara tiba-tiba persediaan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) habis,” kata Munir.

Baca Juga:  GeRAK Aceh Soroti Kisruh Pj Gubernur dan Sekda Aceh

Dikatakannya, sulitnya mendapatkan BBM di sejumlah SPBU mengakibatkan tersendatnya aktivitas jasa angkutan yang berdampak langsung bagi masyarakat sebagai pengguna jasa angkutan.

Munir juga menyebutkan, pemandangan antrean panjang di SPBU dalam wilayah Abdya dan kabupaten lainnya telah menjadi hal biasa. Bahkan antrean panjang berjam-jam bahkan hingga seharian penuh juga memicu arus lalulintas kendaraan menjadi macet.

“Harusnya pihak Pertamina jangan hanya mementingkan keuntungan semata dan mengabaikan kepentingan masyarakat. Disaat harga BBM dinaikan, harusnya pelayanan semakin baik dan pasokan BBM jangan dikurangi. Inikan sama saja menjerat leher masyarakat,” ujarnya yang juga anggota DPRK Abdya.

Baca Juga:  Strategi Bustami Tekan Inflasi, Tingkatkan Kapasitas Pertanian Hingga Perkuat Koordinasi

Politisi Partai Golkar ini juga menilai, antrean panjang kendaraan yang terjadi hampir tiap hari dan setiap waktu sangat meresahkan masyarakat.

Sambung Munir, dengan mengantre berjam-jam akan membuat banyak waktu masyarakat terbuang percuma. BBM sudah dinaikan, pemerintah seolah-olah tidak mempunyai kebijakan untuk menanganinya, bagaimana masyarakat menjalankan kegiatan dan usahanya dengan baik jika BBM sulit diperoleh.

“Ironisnya ada sejumlah angkutan harus membatalkan keberangkatannya lantaran tidak mendapatkan BBM. Bayangkan saja berapa banyak kerugian yang dialami jasa angkutan itu, dan berapa banyak pula kerugian yang dialami masyarakat. Pajak dibayarkan secara rutin, namun pemasukan jasa angkutan tersendat akibat sulitnya mendapatkan BBM,” paparnya.

Baca Juga:  Menyusul Kenaikan BBM, Tarif Angkutan Umum di Banda Aceh Mulai Naik

Lebih lanjut kata Munir, harusnya disaat harga BBM dinaikan, tentu pasokan minyak harus stabil dan menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Namun yang terjadi saat ini, hampir setiap hari antrean panjang kendaran hingga ratusan meter di luar kompleks SPBU telah menjadi pemandangan biasa di Abdya.

“Organda Abdya meminta Pertamina untuk tidak mempersulit masyarakat dan pemerintah jangan menutup mata dengan kondisi saat ini. Antrean panjang setiap hari di SPBU sudah sangat meresahkan masyarakat dan merugikan banyak pihak,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.