Warga Pesimis Dengan Pemko Soal PDAM Subulussalam

Tadah hujan di salah satu rumah warga akibat PDAM tak mengalir. Foto diambil, Selasa (21/11/2023). ANTARAN/Khairul
Bagikan:

“Persoalannya, tenaga ahli kontrol panel sakit sehingga harus berobat ke Medan. Harus dicari teknisi fanel intake 3 fhase. Saat kontrol panel akan dikerjakan, teknisi lokal sakit dan dirujuk ke Medan,” jelas Junaidi Simbolon.

Jurnalis: Khairul

ANTARAN | SUBULUSSALAM – Warga makin pesimis dengan itikad baik Pemerintah Kota Subulussalam menyikapi keluhan warga terkait perbaikan kerusakan perangkat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dihantam petir beberapa pekan lalu.

Baca Juga:  Ciptakan Sekolah Peduli Lingkungan, DLH Aceh Selatan Gelar Bimtek Adiwiyata

Pasalnya, hingga hari ini, Jumat (24/11/2023) sudah lebih sebulan pasokan air PDAM tidak mengalir ke rumah warga. Tadah hujan menjadi satu-satunya pilihan, meskipun warga berekonomi lebih berusaha mendapatkan air dengan membeli.

Semula warga berharap, pasca bagian perangkat PDAM dihantam petir, pemerintah/pengelola PDAM serius melakukan perbaikan.

Pelaksana PDAM, Junaidi Simbolon dikonfirmasi, Senin (20/11/2023) sebut, upaya pihaknya melakukan perbaikan terkendala.

“Persoalannya, tenaga ahli kontrol panel sakit sehingga harus berobat ke Medan. Harus dicari teknisi fanel intake 3 fhase. Saat kontrol panel akan dikerjakan, teknisi lokal sakit dan dirujuk ke Medan,” jelas Junaidi Simbolon.

Baca Juga:  Mahkamah Syar'iyah Tapaktuan Jalin Kerjasama dengan LBH JKA

Menurut Junaidi, idealnya pompa intake PDAM itu empat unit agar beroperasi normal 24 jam. Dengan sekira 1.700-an konsumen, 800-an di Kecamatan Penanggalan akan bisa terpenuhi.

Soal pipa induk bocor di sejumlah titik, vulp dan meteran banyak rusak diperbaiki, terpenuhi empat pompa intake dan perlu ditambah operator profesional minimal satu orang.

Sumber di sana menyebut, belum dibayar honor petugas terkait adalah salah satu penyebab mereka enggan memperbaiki kerusakan itu. “Empat bulan belum dibayar honor, cemana semangat kerja”, kritik sumber. (*)

Baca Juga:  Hari Ini Turun Lagi, Harga Sawit di Abdya Sudah Anjlok Rp 120/kg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.