Warga Terseret Banjir Bandang Agara Ditemukan Meninggal Dunia

Warga dan petugas Basarnas Kutacane, membawa Jenazah Darwis, warga Rikit Bur, Kecamatan Bukit Tusam yang hanyut terseret banjir bandang Aceh Tenggara, Senin (20/11/2023) malam. ANTARAN / Fandi
Bagikan:

* Hubungan Kutacane- Blangkejeren Putus Total

“Untuk saat ini, kendaraan bermotor, roda dua, roda tiga dan roda empat dari Kutacane menuju Blangkejeren Gayo Lues dan sebaliknya tak bisa lewat, karena badan jalan terendam lumpur tebal, batu dan kerikil, jadi praktis tak bisa dilalui,” ujar Miftahul. 

Jurnalis : Fandi

ANTARAN|KUTACANE – Darwis Raplin, salah seorang warga Kute Rikit Bur kecamatan Semadam, yang sebelumnya dilaporkan hanyut terseret banjir bandang pada Senin (20/11) malam, ditemukan telah meninggal dunia oleh warga dan petugas Basarnas, Selasa (21/11/2023) siang.

Kalaksa BPBD Aceh Tenggara (Agara), Nazmi Desky S.KM mengatakan, selain menyebabkan satu warga meninggal dunia, banjir bandang dan banjir sungai yang terjadi di kecamatan Bukit Tusam dan Bambel juga menyebabkan beberapa unit rumah warga hanyut dan rusak berat.

Baca Juga:  Harga Gabah di Abdya Bertahan Rp 5.100 Per Kilo

Bahkan di kecamatan Semadam terutama di Kute Titi Pasir, Pasar Puntung dan Kampung Baru, terjadi banjir susulan yang mengakibatkan jalan nasional terendam lumpur, batu dan kerikil.

Berdasarkan data sementara yang ada pada BPBD Agara, akibat musibah banjir sungai dan banjir bandang yang terjadi Senin (20/11) malam di kecamatan Bambel, Bukit Tusam dan banjir susulan di kecamatan Semadam, jalan nasional Kutacane – Batas Sumut lumpuh total, karena badan jalan nasional terendam lumpur, pasir dan batu serta kayu.

Sungai Gunung Malas Kute Bukit Baru, Kecamatan Ketambe, kembali meluap dan merendam jalan nasional nasional yang mengakibatkan hubungan Kutacane- Blangkejeren Gayo Lues, lumpuh total pada Selasa (21/11/2023) petang. ANTARAN / Fandi

Jalan nasional terendam dan tak bisa dilewati kendaraan bermotor tersebut terjadi di desa (Kute) Kuning I, Kuning II dan Kute Cinta Damai kecamatan Bambel, kute Rikit Bur dan Lawe Dua kecamatan Bukit Tusam dan jalan nasional di kute Titi Pasir, Pasar Puntung dan kute Kampung Baru kecamatan Semadam.

Baca Juga:  Tindakan Darurat, Jaringan Air Bersih Mulai Berfungsi di Lokasi Banjir Bandang Ladang Rimba

Banjir sungai dan bandang Bambel dan Bukit Tusam juga menyebabkan, 49 jiwa warga mengungsi, 4 orang luka-luka dan 1 orang meninggal dunia terseret banjir bandang di Kute Rikit Bur, Kecamatan Bukit Tusam serta beberapa rumah warga lainnya hanyut dan rusak berat.

Terpisah, Camat Ketambe, Miftahul Khairi.S.STP kepada antaran, Selasa (21/11) malam mengatakan, akibat curah hujan yang tinggi dan bagian hulu sungai Gunung Malas di daerah pegunungan Bukit Barisan diguyur hujan sejak sore hari, mengakibatkan banjir susulan di Kute Bukit Baru, Kecamatan Ketambe.

Baca Juga:  Selain dari Daerah dan Donatur, Bantuan Provinsi Aceh Mengalir Untuk Korban Banjir Bandang Ladang Rimba

Bahkan, karena air anak sungai Gunung Malas meluap disertai dangkalnya dasar sungai di jembatan yang berada di tengah jalan nasional, sejak Selasa (21/11) pukul 17.00 wib, hubungan Kutacane- Gayo Lues lumpuh karena kerikil, batu dan lumpur tebal telah menutupi badan jalan, karena badan jalan nasional telah menjadi aliran anak sungai akibat jembatan yang tersumbat.

“Untuk saat ini, kendaraan bermotor, roda dua, roda tiga dan roda empat dari Kutacane menuju Blangkejeren Gayo Lues dan sebaliknya tak bisa lewat, karena badan jalan terendam lumpur tebal, batu dan kerikil, jadi praktis tak bisa dilalui,” ujar Miftahul seraya mengatakan, alat berat akan turun menunggu menyusutnya debit air sungai Gunung Malas.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.