WNA Australia Yang Buat Gaduh di Simeulue Dideportasi Imigrasi Meulaboh

Risby Jones Bodhi Mani WNA Asal Australia saat bersiap-siap di berangkatkan dari kantor imigrasi Meulaboh menuju Banda Aceh pada hari Kamis (09/06/2023). Foto: ANTARAN/Ist.
Bagikan:

“Sudah diberangkatkan WNA tersebut dari kantor Imigrasi Meulaboh menuju Banda Aceh, kemudian WNA ini pada Sabtu (10/06) akan di terbangkan dari Jakarta menuju negaranya Australia,” kata Fauzi pada Kamis (08/06) sore kemarin.

Jurnalis : Ardiansyah

ANTARAN|MEULABOH – Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat mendeportasi Warga Negara Asing (WNA) asal Australia yang bernama Risby Jones Bodhi Mani ke Banda Aceh menuju Jakarta. Dari Jakarta yang bersangkutan langsung diterbangkan ke negara asalnya Australia.

Baca Juga:  Gorong-gorong di Desa Sambay Rusak Akibat Diterjang Banjir

Pendeportasian Risby Jones Bodhi Mani dari kantor imigrasi wilayah Meulaboh menuju Banda Aceh pada Kamis (08/05/2023) sekitar pukul 05:59 WIB sore kemarin. Risby didampingi kuasa hukumnya Idris, S.Hi kemudian langsung dikawal ketat anggota Imigrasi Wilayah Meulaboh selama dalam keberangkatannya.

Untuk diketahui, sebelumnya kasus WNA Risby Jones Bodhi Mani yang membuat gaduh di Kabupaten Simeulue mengakibatkan Edi Ron warga Desa Lantik, Kecamatan Teupah menjadi sasaran korban penganiayaan WNA tersebut. Kedua belah pihak sudah sepakat berdamai melalui “Restorative Justice” yang dimediasi Kejaksaan Negeri Simeulue.

Baca Juga:  Berikan Rasa Aman, Kapolda Aceh Buka Latpraops Ketupat Seulawah 2023

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Meulaboh, Fauzi mengatakan, pendeportasian WNA asal Australia yang bernama Risby Jones Bodhi Mani di kantor Imigrasi Meulaboh sudah selesai dan juga segala dokumen keberangkatannya sudah siap.

“Sudah diberangkatkan WNA tersebut dari kantor Imigrasi Meulaboh menuju Banda Aceh, kemudian WNA ini pada Sabtu (10/06) akan di terbangkan dari Jakarta menuju negaranya Australia,” kata Fauzi pada Kamis (08/06) sore kemarin.

Baca Juga:  Suara Petir Menggelegar Keras, Warga Aceh Selatan Meninggal Dunia Mendadak

Fauzi menyebutkan, terkait pencekalan atau disebut pembatasan masuk ke Indonesia, pihaknya menyerahkan WNA asal Australia ini ke Direktorat Jenderal ke-Imigrasian.

“Untuk aturan pencekalan terhadap WNA asal Australia ini kita serahkan ke Direktorat Jenderal Imigrasi dan mereka nanti yang menentukan,” pungkasnya. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.