Wow, Panwaslih Aceh Selatan Registrasi Tiga Temuan Dugaan Tindak Pidana Pemilu 2024

Ketua Panwaslih Aceh Selatan, Deri Friadi. ANTARAN/Istimewa.
Bagikan:

“Ada tiga temuan dugaan Pidana Pemilu di Aceh Selatan yang akan ditangani Sentra Gakkumdu,” kata Ketua Panwaslih.

 Jurnalis: Sudirman Hamid

 ANTARAN I TAPAKTUAN-Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Aceh Selatan menegaskan, Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) sudah melakukan proses penanganan temuan dugaan Pidana Pemilu 2024.

“Saat ini Sentra Gakkumdu Aceh Selatan yang terdiri dari Panwaslih, Kepolisian dan Kejaksaan sedang menangani tiga temuan dugaan Pidana Pemilu 2024,” kata Ketua Panwaslih, Deri Friadi kepada antaran melalui pers rilis, Rabu (31/1/2024).

Adapun tiga temuan tersebut meliputi; dua temuan yang melibatkan Aparatur Gampong (perangkat desa) dalam kampanye salah satu Calon Anggota Legislatif.

Kemudian, temuan yang melibatkan Aparatur Gampong dalam kampanye Calon Anggota Legislatif maupun Paslon Presiden dan Wakil Presiden.

“Khusus temuan ini, terjadi dalam kegiatan jalan sehat beberapa hari yang lalu. Para perangkat gampong dimaksud, secara nyata menunjukkan keberpihakan dengan menghadiri kegiatan sekaligus berfoto dengan simbol jari maupun menggunakan atribut berupa baju yang mengandung unsur kampanye,” beber Deri Friadi.

Untuk temuan ketiga, beber Ketua Panwaslih, terdapat kegiatan kampanye yang melibatkan anak dibawah umur di Kecamatan Tapaktuan dan telah viral di media sosial.

Ketua Panwaslih Aceh Selatan tegas menyatakan pihaknya bersama Sentra Gakkumdu akan melakukan proses penanganan sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak pilih kasih.

“Kami terus berusaha menjaga netralitas dan upaya pencegahan kepada masyarakat baik melalui rentetan sosialisasi, maupun penyampaian secara tulisan (surat) berupa himbauan,” paparnya.

Kendatipun sudah diupayakan memberi pemahaman secara rutin, namun masih terdapat pelanggaran Pemilu di Aceh Selatan. Kita berharap, dengan adanya penanganan ini semua pihak yang dilarang terlibat kampanye atau politik praktis bisa menahan diri dan menjaga netralitas.

“Panwaslih Aceh Selatan tidak tebang pilih bagi siapapun yang melanggar aturan dan Undang-undang Pemilu sebagaimana diamanatkan Bawaslu Pusat. Karenanya, kami himbau semua perangkat desa dan ASN dapat menjaga netralitas untuk menciptakan Pemilu berkualitas dan berintegritas,” pungkas Deri Friadi. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.