Yara Minta Kejari Abdya Bongkar Tuntas Kasus Alsintan

Ketua Yara Perwakilan Abdya, Suhaimi N SH
Bagikan:

Jurnalis : Agus

ANTARAN|BLANGPIDIE – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Perwakilan Aceh Barat Daya (Yara Abdya) meminta Kejari Abdya mengusut dan membongkar secara tuntas aktor dibalik kasus korupsi penyimpangan anggaran dalam kegiatan pemeliharaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) pada Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) setempat. Hal tersebut disampaikan Ketua Yara Perwakilan Abdya, Suhaimi N SH kepada wartawan, Senin (6/11/2023).

Menurutnya, kasus korupsi tidak mungkin berdiri sendiri, pasti ada aktor lain yang ikut bekerjasama dalam memuluskan aksi tersebut atau korupsi berjemaah. Kalau mau memberantas korupsi sampai akar-akarnya, maka jangan hanya pemukanya saja yang diseret ke pengadilan. Para pengikut atau aktor lain juga patut diperiksa diadili.

Pengikut bukan berarti pegawai atau orang orang selevel. Bisa saja sosok pengikut itu menyentuh nama-nama keramat yang tergolong elite di pemerintahan atau elite politik.

Baca Juga:  Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP USK Raih Akreditasi Unggul

“Kasus ini baru memunculkan satu tersangka sesuai dengan apa yang telah disampaikan ke publik oleh Kejari Abdya belum lama ini yakni M yang merupakan Manager Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA). Tentu ada aktor lain yang ikut andil dalam kasus ini, karenanya kami Yara Abdya meminta pihak Kejari Abdya untuk membongkar secara tuntas kasus korupsi dimaksud,” tegasnya.

Seperti diketahui, M yang merupakan Manager UPJA ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan anggaran dalam kegiatan pemeliharaan Alsintan pada Distanpan Abdya. M ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan pihak Kejari setempat beberapa waktu lalu.

Bahkan saat ini, tersangka M telah ditahan pihak Kejaksaan sesuai dengan surat perintah penahanan nomor Print-226/L.1.28/Fd.2/11/2023 tanggal 1 November 2023 di Lapas Kelas II Blangpidie untuk 20 hari ke depan.

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh Resmikan Loket Pelayanan Informasi dan POROS di RSUTP Abdya

Setelah dilakukan proses penyelidikan, Tim Penyidik Kejari Abdya menemukan adanya estimasi perhitungan kerugian negara mencapai Rp 695.435.000.

Perkiraan tersebut muncul pasca adanya temuan kerusakan Alsintan diantaranya 39 unit traktor 4WD dan 19 unit Harvester Combine sesuai hasil pengamatan, penelitian lapangan dan pengecekan komponen utama.

Bahkan pihak penyidik juga membawa ahli teknik mesin sekira tanggal 23 Oktober 2023 lalu di gudang BBU Alue Penawa Kecamatan Babahrot, Abdya. Dari 39 unit traktor 4WD itu, ada 37 unit dalam kondisi rusak berat hingga tidak bisa difungsikan bahkan diantaranya ada tiga unit tidak bermesin.

Sementara dua unitnya lagi masih bisa beroperasi tapi tidak maksimal. Kemudian, 19 unit Harvester Combine atau mesin potong padi dalam keadaan tidak berfungsi bahkan dua unit sudah tidak ada mesin lagi. Terhadap kerugian keuangan negara itu, pihaknya telah melakukan ekspose perkara di BPKP Provinsi Aceh.

Baca Juga:  Aceh Selatan dan Kota Langsa Juara Umum III MTQ-XXXVI Provinsi Aceh di Simeulue

Terkait dengan kasus tersebut, tersangka M telah melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undangan-Undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI nomor 20 tahun 2021 tentang tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) angka 1 KUHP.

Kemudian juga diatur dalam pasal 10 huruf a dan b Jo pasal 18 Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI nomor 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) angka 1 KUHP.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.