YARA : Pemerintah Pusat Jangan Hambat Investasi Pabrik Semen di Aceh Selatan

Kepala Perwakilan YARA Aceh Selatan, Suhaimi N, SH. ANTARAN/Istimewa.
Bagikan:

“Kami mendukung kehadiran dan pembangunan pabrik semen di Aceh Selatan untuk kemajuan daerah. Karenanya, kami berharap pemerintah pusat tidak menghambat investasi,” kata Suhaimi N, SH.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Demi kemajuan, Pembangunan dan perkembangan perekonomian di daerah, Kepala Perwakilan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) meminta Pemerintah Pusat tidak mempersulit investasi pembangunan pabrik semen di Aceh Selatan.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala perwakilan YARA Aceh Selatan, Suhaimi N, SH dalam menanggapi rencana perizinan dan pendirian pabrik semen di Gunung Pulo, Kluet Utara, kabupaten Aceh Selatan, provinsi Aceh.

“Kami sangat mendukung pembangunan pabrik Semen di Aceh Selatan, apalagi pabrik yang akan dibangun tersebut berkapasitas 6 juta ton pertahun dengan nilai investasi senilai 10 triliun. Pemerintah pusat harus memberi peluang untuk investasi mewujudkan kemajuan daerah,” ujar Suhaimi kepada antaran, Sabtu (8/6/2024).

Baca Juga:  Hari Ini Harga Emas Naik, Berikut Rinciannya

Langkah ini, sebut Suhaimi, merupakan investasi terbesar bagi Aceh Selatan yang diperkirakan dapat menyerap seribu orang tenaga kerja. Investasi ini tentu akan menekan angka tingkat pengangguran terbuka mencapai 4,73 persen menurut data statistik tahun 2023.

Menurut YARA Aceh Selatan, pembangunan pabrik semen berkapasitas produksi 6 juta ton pertahun dengan nilai investasi 10 Triliun, mampu menyerap tenaga kerja lokal 1000 orang lebih.

“Estimasi masa konstruksinya diperkirakan selama empat tahun hingga sampai tahun 2028 pelaksanaan Pembangunan sebelum berproduksi secara fungsional. Ini adalah terobosan baru dan bernilai raksasa dalam membuka lapangan kerja dan perputaran kemajuan di Aceh Selatan,” paparnya.

Suhaimi N, SH. ANTARAN/Istimewa.

Dari berbagai sumber yang kami gali, rencana pembangunan pabrik semen di Aceh Selatan sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas mengingat angka kemiskinan ekstrem tahun 2023 sebesar 0,88 persen.  Sementara jumlah penduduk miskin ekstrem sebanyak 2.107 jiwa dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,73 persen.

Baca Juga:  PAD Tertinggi Aceh Selatan Didulang Dari BPHTB dan Pajak Hiburan

Oleh karenanya, Perwakilan YARA Aceh Selatan meminta agar Kementerian Perindustrian segera memberikan izin usaha untuk pembangunan pabrik semen di Aceh sebagai bentuk dukungan kepedulian pemerintah untuk memajukan daerah khususnya.

Selain mengatasi angka kemiskinan dan pengangguran, Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa prevalensi balita stunting di Kabupaten Aceh Selatan mencapai 34,8 persen.

Kemudian, tambah Suhaimi, berdasarkan data pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat periode Mei 2023, ada dua kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan dengan angka prevalensi stunting tertinggi. Kedua kecamatan tersebut yakni Kecamatan Kluet Utara sebesar 41,6 persen dan Kecamatan Samadua sebesar 32,2 persen.

Angka stunting ini berkaitan dengan angka kemiskinan dan pengangguran, untuk mengeliminir angka angka tersebut sangat dibutuhkan peningkatan pendapatan masyarakat dan mencipta lapangan kerja, salah satunya dengan hadirnya investasi di Aceh Selatan.

Baca Juga:  Pameran HUT Abdya ke-21 Padat Pengunjung, Pedagang Raup Cuan Melimpah

“Kementerian Perindustrian kami minta agar segera memberikan izin usaha untuk pembangunan pabrik semen di Aceh Selatan. Alasannya, dengan adanya dukungan terhadap pendirian pabrik semen, pemerintah pusat mendukung pemerintah daerah dalam mengatasi angka stunting,” beber Suhaimi.

Angka stunting ini berkorelasi dengan angka kemiskinan dan pengangguran, salah upaya mengeliminir angka tersebut adalah dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Jika lapangan kerja dan pendapatan masyarakat membaik dipastikan problem stunting, inflasi dan penghidupan rakyat dengan sendirinya membaik.

“Investasi yang masuk ke daerah akan membangun sendi-sendi perekonomian, Pemerintah pusat diminta tidak menghambat langkah-langkah kemajuan daerah,” pungkas Suhaimi yang juga Mahasiswa Pasca Sarjana di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.