Pekan mode Jakarta Fashion Week dibuka oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta pada 26 Oktober 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 1 November 2026. Penyelenggaraan itu menampilkan lebih dari 100 karya perancang lokal dan internasional serta program pendukung untuk mendorong sinergi industri mode dengan sektor pariwisata.
Peran industri mode dalam pariwisata
Dikutip dari siaran pers Kementerian Pariwisata tanggal 26 Oktober 2026 dan dilaporkan RRI.co.id, Menteri Widiyanti menyatakan bahwa industri mode memiliki peran strategis dalam mengembangkan pariwisata berkualitas melalui program wisata belanja. Ia berharap karya-karya mode dapat menarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.
“Melalui program wisata belanja, karya mode diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.”
Kementerian menilai ajang seperti Jakarta Fashion Week dapat menjadi platform untuk mempromosikan produk kreatif Nusantara sekaligus memperkuat nilai tambah ekonomi dari sektor pariwisata.
Konsep dan agenda acara
JFW tahun ini mengusung tema “City of New Lights”, yang menurut penyelenggara mencerminkan energi dan perspektif baru dalam industri mode tanah air. Tema tersebut juga dimaksudkan untuk menegaskan pentingnya keberagaman perspektif dan kolaborasi lintas pelaku industri.
Ketua Jakarta Fashion Week, Svida Alisjahbana, menyampaikan bahwa acara ini merangkum lebih dari 100 karya kreatif dari desainer lokal maupun internasional. Sementara itu, Creative Director JFW, Rd. Andandika Surasetja, menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu fokus agar peragaan dan program pendukung mampu mendongkrak ekosistem industri mode.
Program pendukung dan penghargaan
Penyelenggara menyiapkan sejumlah program unggulan sepanjang pekan mode, antara lain:
- Lomba Perancang Mode untuk desainer baru;
- Fashion Force Awards sebagai penghargaan industri;
- Dewi Luxe Market yang menampilkan produk-produk desainer dan perajin lokal.
Program-program tersebut diharapkan membuka ruang bagi perancang muda dan pelaku usaha kreatif untuk memamerkan karya serta memperluas jaringan pasar, termasuk pasar wisata belanja.
Konteks industri dan pariwisata
Penyelenggaraan Jakarta Fashion Week setiap tahun kerap menjadi momen bagi pelaku industri mode untuk berjejaring, memperkenalkan koleksi baru, dan menarik perhatian buyer serta media internasional. Kementerian Pariwisata menaruh perhatian pada hubungan antara kegiatan kreatif seperti pekan mode dan strategi pengembangan pariwisata berkualitas, khususnya melalui paket wisata yang menggabungkan pengalaman belanja dan budaya lokal.
| Agenda | Tanggal |
|---|---|
| Pembukaan oleh Menteri Pariwisata | 26 Oktober 2026 |
| Peragaan dan pameran karya desainer | 26 Oktober–1 November 2026 |
Informasi tentang daftar lengkap perancang, jadwal peragaan, dan lokasi kegiatan tercantum dalam bahan siaran pers Kementerian Pariwisata dan materi resmi Jakarta Fashion Week yang dirilis pada 26 Oktober 2026.