Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan pemerintah akan memasukkan materi ekonomi kreatif ke dalam kurikulum perguruan tinggi sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan untuk mahasiswa dari jurusan STEM maupun non‑STEM.
Pengumuman di Puncak Perayaan HEKRAFNAS 2026
Pernyataan itu disampaikan Brian saat menghadiri Puncak Perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (HEKRAFNAS) 2026 pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Menurut Brian, penguatan ekonomi kreatif di kampus dimaksudkan untuk menggabungkan kreativitas mahasiswa dengan penguasaan sains dan teknologi, sehingga menghasilkan karya inovatif yang memiliki nilai tambah ekonomi.
“Kita akan memasukkan ekonomi kreatif, ke dalam salah satu kurikulum di kampus-kampus kita,”
kata Brian, dikutip dari laman resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Selasa (27/10/2026).
Ruang lingkup pembelajaran dan tujuan
Menurut keterangan yang disampaikan Brian, materi ekonomi kreatif akan ditempatkan sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan. Kebijakan ini berlaku untuk mahasiswa dari program studi yang berfokus pada sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM) serta bagi mahasiswa non‑STEM.
Brian menekankan dua elemen yang dinilai penting untuk mendukung lompatan ekonomi Indonesia: penguasaan sains dan teknologi serta ekonomi kreatif. Ia menegaskan bahwa penguatan kedua elemen tersebut di lingkungan perguruan tinggi dapat mendorong terciptanya produk dan karya berdaya ekonomi tinggi.
Inisiasi Gerakan dan rencana kompetisi
Mendiktisaintek memberi apresiasi terhadap inisiatif Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kampus. Brian menyebut program GEKRAFS Kampus sudah berjalan di lebih dari 20 perguruan tinggi dan membantu mahasiswa mengarahkan kreativitas mereka agar selaras dengan penguasaan sains dan teknologi.
Selaras dengan rencana integrasi kurikulum, Brian juga mengumumkan rencana penyelenggaraan kompetisi ekonomi kreatif antar kampus pada 2027. Tujuan kompetisi itu, menurutnya, adalah menampilkan karya‑karya kreatif mahasiswa yang memiliki potensi ekonomi.
| kegiatan | keterangan |
|---|---|
| Pengumuman integrasi kurikulum | Pernyataan disampaikan saat HEKRAFNAS 24 Oktober 2026 |
| Kompetisi ekonomi kreatif kampus | Direncanakan digelar pada 2027 untuk menampilkan karya mahasiswa |
- Ekonomi kreatif akan menjadi bagian dari pembelajaran kewirausahaan di perguruan tinggi.
- Kebijakan berlaku untuk mahasiswa STEM dan non‑STEM.
- Kompetisi nasional untuk karya ekonomi kreatif kampus direncanakan pada 2027.
Dalam penjelasannya, Brian juga menyampaikan keyakinan bahwa penggabungan kreativitas dengan penguasaan sains dan teknologi akan melahirkan karya inovatif bernilai ekonomi, mencontoh fenomena industri kreatif global yang menghasilkan produk bernilai tinggi. Pernyataan resmi tersebut dipublikasikan melalui laman Kemdiktisaintek pada Selasa (27/10/2026).
Keterangan resmi Kemdiktisaintek menyebutkan dukungan terhadap program GEKRAFS Kampus, yang sudah diimplementasikan di lebih dari 20 perguruan tinggi. Namun, dokumen yang disiarkan kementerian tidak merinci lebih jauh mekanisme formal pengintegrasian materi ekonomi kreatif ke kurikulum tiap program studi maupun batas waktu implementasi kurikulum baru tersebut.
Rencana memasukkan ekonomi kreatif ke kurikulum perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya penguatan keterkaitan antara pendidikan tinggi, kemampuan teknis sains dan teknologi, serta penciptaan nilai ekonomi melalui kreativitas mahasiswa.