Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di sejumlah pulau terpencil di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh hingga 1 November 2026, dengan tujuan memperluas layanan penukaran uang rupiah yang layak edar di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T), demikian dilaporkan oleh Medanmerdeka.com.
Tujuan dan cakupan ekspedisi
Kegiatan ERB 2026 menjadi bagian dari sinergi antara otoritas moneter dan institusi pertahanan untuk memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Program tahun ini dilaksanakan sebanyak 19 kali dan mencapai 96 pulau di daerah 3T di seluruh Indonesia; kegiatan di Sumatera Utara merupakan penutup rangkaian ERB sepanjang 2026, menurut keterangan yang tersebar di media lokal.
Rute, moda, dan personel
Tim ERB diberangkatkan dari Pelabuhan Belawan, Medan, menggunakan kapal perang KRI Bung Karno-369 milik TNI AL dan dijadwalkan mengakhiri ekspedisi di Pulau Sabang, Aceh, pada 1 November 2026. Tim yang terlibat berjumlah sekitar 25 personel yang disebut sebagai “Pejuang Rupiah” dan berasal dari sejumlah kantor perwakilan BI serta satuan kerja di Kantor Pusat BI.
| Pulau | Provinsi |
|---|---|
| Pulau Sembilan | Sumatera Utara |
| Pulau Kampai | Sumatera Utara |
| Pulau Pusong | Aceh |
| Pulau Sabang | Aceh |
Layanan yang diberikan
Selama ekspedisi, tim ERB menyediakan layanan penukaran uang rupiah yang lusuh atau tidak layak edar dengan uang yang layak edar, termasuk menyediakan pecahan sesuai kebutuhan masyarakat. Layanan ini ditujukan untuk mendukung kelancaran transaksi tunai di wilayah kepulauan, khususnya bagi nelayan, pedagang, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
- Penukaran uang rupiah tidak layak edar dengan uang layak edar;
- Penyediaan pecahan uang sesuai kebutuhan lokal;
- Edukasi program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah tentang ciri keaslian uang rupiah.
Selain penukaran fisik, tim ERB juga memberikan edukasi program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ciri-ciri keaslian uang rupiah dan mendorong kebiasaan penggunaan rupiah sebagai alat pembayaran yang sah, sebagaimana tercantum dalam keterangan kegiatan.
Sinergi kebijakan fiskal dan pertahanan
Keterlibatan TNI AL pada ekspedisi menegaskan perpaduan dua kepentingan strategis: menjaga kedaulatan wilayah melalui pertahanan negara dan memperkuat kedaulatan ekonomi melalui ketersediaan rupiah. Penggunaan kapal milik TNI AL memudahkan akses ke pulau-pulau yang sulit dijangkau oleh jalur distribusi konvensional.
Pelaksanaan ERB di wilayah 3T menjadi salah satu upaya BI untuk memastikan sistem pembayaran tunai berjalan lancar di daerah yang infrastruktur keuangannya masih terbatas, sekaligus mencegah peredaran uang yang tidak layak edar yang dapat mengganggu kelancaran transaksi sehari-hari.
Informasi mengenai jumlah personel, rute, moda transportasi, cakupan pulau, dan program edukasi dikumpulkan dari laporan media lokal yang mengutip keterangan resmi penyelenggara kegiatan.