Sebuah insiden tawuran antarkelompok di Jalan Salman, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin dini hari, 26 Oktober 2026, dilaporkan menewaskan satu orang dan kini ditangani oleh kepolisian setempat di tingkat Polres.
Apa yang dikonfirmasi polisi
Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, AKP Sobari, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan bahwa satu orang dilaporkan tewas. Menurut Sobari, penanganan perkara telah ditarik ke tingkat Polres.
“Iya benar, ada satu orang tewas. Laporan polisinya sudah ditarik oleh Polres, ditangani di Polres.”
Kronologi menurut warga
Warga sekitar yang dihubungi menyampaikan gambaran awal soal kejadian. Seorang warga, Salma, mengatakan ia mendengar suara seperti petasan saat tawuran berlangsung pada dini hari, tetapi tidak menyaksikan langsung bagaimana bentrokan itu terjadi. Saat Salma membuka warung pada pagi hari, kondisi lokasi sudah berantakan.
- Salma menyebut melihat bercak darah di lokasi yang diduga baru.
- Warga lain, Icad, menduga peristiwa awal terjadi di wilayah Joglo sekitar pukul 02.30 WIB, lalu berlanjut ke Jalan Salman sekitar pukul 03.30 WIB.
- Icad menyatakan korban diduga bukan warga setempat, namun tidak mengetahui identitas pasti korban.
Menurut pernyataan warga kepada media, mereka mengetahui tentang adanya korban meninggal dari informasi warga lainnya, bukan pengamatan langsung pada saat kejadian.
Status penanganan dan langkah kepolisian
AKP Sobari menyatakan laporan telah ditarik dan kini ditangani di tingkat Polres. Penanganan oleh Polres biasanya mencakup olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, dan pengumpulan bukti untuk menentukan perkembangan penyidikan lebih lanjut.
| Peristiwa | Waktu menurut warga |
|---|---|
| Keributan awal di Joglo | sekitar 02.30 WIB |
| Bentrokan di Jalan Salman, Kebon Jeruk | sekitar 03.30 WIB |
Media lokal melaporkan polisi melakukan penanganan awal di Polsek sebelum perkara dilimpahkan ke Polres. Polisi belum merilis informasi lebih rinci tentang jumlah tersangka yang ditetapkan, dugaan senjata yang digunakan, atau keterangan resmi dari pihak keluarga korban.
Peristiwa ini menjadi salah satu contoh bentrokan antarkelompok yang mengakibatkan korban jiwa di wilayah perkotaan; kepolisian setempat saat ini mengumpulkan bukti dan saksi untuk proses penyidikan lanjutan.