Polda Sumatera Utara mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan seorang pengemudi transportasi daring di Kabupaten Asahan. Penangkapan dilakukan menyusul penemuan jenazah korban pada 22 Oktober 2026 dan pengumpulan bukti pada hari-hari berikutnya.
Penemuan jenazah dan awal penyelidikan
Korban, yang diidentifikasi sebagai Muhammad Imran (33), ditemukan meninggal di dalam parit di Jalan Martil, Kelurahan Dadi Mulyo, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan pada Kamis, 22 Oktober 2026 sekitar pukul 12.30 WIB. Menurut keterangan penyidik dalam laporan, korban sebelumnya dilaporkan tidak dapat dihubungi oleh keluarga selama hampir dua hari sebelum jenazahnya ditemukan.
Pengungkapan dan penangkapan
Penyidik Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut bekerja sama dengan Tim Jatanras Polres Asahan dan Tim Intel Tek Ditintelkam Polda Sumut melakukan penyelidikan intensif yang meliputi pengumpulan informasi, analisis data teknologi, dan penelusuran pihak terkait. Dari rangkaian penyelidikan itu, polisi menangkap dua pria berinisial MAH dan FSO pada Jumat, 23 Oktober 2026 sekitar pukul 08.00 WIB di kawasan Jalan Jamin Ginting, Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.
Barang bukti dan dugaan modus
Petugas menyita sejumlah barang bukti, termasuk kendaraan milik korban. Mobil tersebut ditemukan dalam pengembangan penyidikan di kawasan Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. Kendaraan itu diduga hendak dijual kepada calon penadah dan ditemukan tanpa pelat nomor terpasang. Sementara telepon genggam korban belum ditemukan pada lokasi penemuan jenazah dan diduga telah dijual kepada pihak lain, sehingga penyidik sedang menelusuri proses peralihan barang-barang tersebut.
- Penangkapan dua tersangka dilakukan di Medan pada 23 Oktober 2026.
- Jenazah korban ditemukan di Asahan pada 22 Oktober 2026 sekitar 12.30 WIB.
- Mobil korban ditemukan di Sei Mencirim, diduga hendak dijual tanpa pelat nomor.
Penyidik menyatakan kedua pria yang diamankan diduga terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa korban. Selain itu, polisi terus memeriksa saksi-saksi dan mengikuti jejak transaksi barang-barang milik korban untuk memperjelas peran setiap tersangka dalam kejadian tersebut.
Proses hukum dan pemeriksaan lanjutan
MAH dan FSO saat ini menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik untuk menentukan pasal yang akan dikenakan dan langkah penahanan selanjutnya. Tim gabungan juga memanggil dan meminta keterangan sejumlah pihak yang diduga mengetahui proses penjualan kendaraan dan telepon genggam korban.
Polda Sumut berharap pengembangan bukti dan keterangan saksi dapat menguatkan unsur pidana dalam berkas perkara sebelum tahap penyidikan berlanjut ke proses penyidikan formal dan penyerahan berkas perkara ke kejaksaan.