Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memastikan pemerintah menaikkan bonus bagi atlet Indonesia yang meraih medali pada Asian Games dan Asian Para Games. Pernyataan itu disampaikan Erick di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10), saat pemerintah menyiapkan pengumuman penghargaan bagi kontingen Indonesia.
Erick mengatakan peningkatan bonus tersebut ditujukan untuk memperkuat kesejahteraan atlet sekaligus menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi pilihan karier. Namun, ia belum menyampaikan nominal resmi yang akan diterima setiap peraih medali karena besaran penghargaan akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Ya alhamdulillah naik. Biar atlet sejahtera, jangan persepsi atlet selalu kesannya tidak punya masa depan,” ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir.
Kenaikan bonus masih menunggu pengumuman
Menurut Erick, dukungan pemerintah kepada atlet tidak berhenti pada pemberian bonus setelah kompetisi. Pemerintah juga ingin membangun kepastian karier melalui sejumlah bentuk dukungan, termasuk tabungan, beasiswa, dan rencana dana pensiun pada masa mendatang.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi atlet sebagai profesi yang memiliki masa depan. Pemerintah menilai penghargaan atas prestasi di arena perlu disertai pembinaan dan jaminan yang berkelanjutan agar atlet dapat mempersiapkan kariernya dalam jangka panjang.
Kontingen Indonesia melampaui target
Kenaikan bonus itu disampaikan setelah kontingen Indonesia mencatat prestasi pada dua ajang olahraga Asia. Pada Asian Games, Indonesia mengumpulkan lima medali emas. Sementara itu, atlet Indonesia pada Asian Para Games berhasil meraih 15 medali emas.
Erick menyebut capaian tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam memberikan apresiasi. Rincian bonus untuk peraih medali emas, perak, dan perunggu belum disampaikan dalam keterangan tersebut.
- Asian Games: Indonesia meraih lima medali emas.
- Asian Para Games: Indonesia meraih 15 medali emas.
- Nominal bonus resmi akan diumumkan Presiden Prabowo Subianto.
Evaluasi federasi menuju Olimpiade 2028
Selain membahas penghargaan, Erick menyatakan Kementerian Pemuda dan Olahraga tetap mengevaluasi kinerja pimpinan cabang olahraga dan federasi. Evaluasi itu berkaitan dengan dukungan pemerintah terhadap program Pemusatan Latihan Nasional atau Pelatnas yang harus diikuti komitmen terhadap prestasi secara konsisten.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bagian dari persiapan menuju Olimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat. Pemerintah berkomitmen menjalankan pembinaan atlet melalui program jangka pendek, menengah, dan panjang sehingga persiapan menghadapi kompetisi dunia dilakukan secara berkelanjutan.
Erick menegaskan apresiasi kepada atlet tidak hanya dimaknai sebagai penghargaan atas medali yang telah diperoleh. Kebijakan bonus dan penguatan dukungan karier diarahkan untuk memberikan penghormatan sekaligus menjaga kesinambungan pembinaan olahraga nasional.