Dua gempa bumi tektonik mengguncang Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Rabu, 28 Oktober 2026 sore. Getaran dirasakan warga di sejumlah wilayah setelah gempa pertama bermagnitudo 3,9 disusul gempa kedua bermagnitudo 4,1 dalam rentang waktu satu menit. Hingga pukul 16.14 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 20 aktivitas gempa susulan.
Gempa terjadi berurutan
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang, Ana Oktavia Setiowati, mengatakan hasil pemutakhiran analisis BMKG menunjukkan gempa pertama terjadi pada pukul 15.22.47 WIB. Episenternya berada di darat, sekitar 9 kilometer barat laut Tanggamus, dengan kedalaman 4 kilometer.
Gempa berikutnya terjadi tepat satu menit kemudian, yakni pada pukul 15.23.47 WIB. Pusat gempa kedua berjarak sekitar 6 kilometer barat laut Tanggamus dan berada pada kedalaman 5 kilometer.
| Peristiwa | Waktu | Magnitudo | Kedalaman |
|---|---|---|---|
| Gempa pertama | 15.22.47 WIB | 3,9 | 4 kilometer |
| Gempa kedua | 15.23.47 WIB | 4,1 | 5 kilometer |
BMKG mengategorikan rangkaian gempa tersebut sebagai gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif. Kesimpulan itu didasarkan pada lokasi episenter dan kedalaman hiposenter kedua gempa.
Penjelasan tersebut disampaikan Ana dalam keterangan tertulis BMKG pada Rabu.
Getaran dirasakan di sejumlah daerah
Berdasarkan laporan masyarakat yang dihimpun BMKG, guncangan paling kuat dirasakan di Kotaagung dengan skala intensitas III MMI. Pada tingkat tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah dan dirasakan seperti kendaraan berat melintas.
Getaran dengan intensitas II MMI juga dilaporkan dari Kotabumi, Pringsewu, Ulu Belu, Gisting, dan Kotaagung Timur. Dalam skala itu, guncangan dirasakan oleh beberapa orang, sedangkan benda-benda ringan yang digantung terlihat bergerak.
- Intensitas III MMI dilaporkan terjadi di Kotaagung.
- Intensitas II MMI dilaporkan terjadi di Kotabumi, Pringsewu, Ulu Belu, Gisting, dan Kotaagung Timur.
- Hingga laporan BMKG disampaikan, belum ada laporan kerusakan bangunan.
BMKG pantau gempa susulan
Aktivitas seismik masih terpantau setelah dua gempa awal tersebut. Pemantauan BMKG hingga pukul 16.14 WIB menunjukkan terdapat 20 gempa susulan di wilayah Tanggamus.
BMKG menyatakan belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa itu. Data tersebut merupakan hasil pemantauan hingga waktu yang disebutkan dalam laporan, sehingga jumlah aktivitas gempa yang tercatat berkaitan dengan periode pemantauan tersebut.