New York — Sekitar 700.000 anak usia sekolah di Jalur Gaza dilaporkan kehilangan akses terhadap fasilitas pendidikan yang layak akibat kerusakan infrastruktur sekolah secara masif, kata Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Senin (26/10).
Kerusakan sistem pendidikan
Nebenzia menyatakan bahwa sistem pendidikan di Gaza telah hancur total sejak pecahnya konflik pada 2023. Menurutnya, kerusakan fisik dan kehancuran ribuan bangunan sekolah membuat ratusan ribu pelajar kehilangan kesempatan belajar secara normal.
Dalam pernyataannya di Markas Besar PBB, Nebenzia menekankan bahwa terputusnya akses pendidikan di wilayah yang dilanda krisis berkepanjangan merupakan persoalan global yang membutuhkan penanganan mendesak oleh komunitas internasional.
Kondisi kemanusiaan dan gencatan senjata
Catatan yang dikemukakan Nebenzia mencerminkan evaluasi PBB bahwa kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza masih sangat kritis, dengan kerusakan infrastruktur sipil yang meluas, gangguan serius pada layanan kesehatan, serta hambatan berkelanjutan dalam penyaluran bantuan pangan dan kebutuhan pokok.
Meskipun pemerintah dan pihak terkait menyepakati gencatan senjata di Jalur Gaza sejak Oktober 2025, Nebenzia melaporkan bahwa militer Israel masih secara berkala melancarkan operasi dan serangan udara ke sejumlah titik. Pihak militer Israel menyatakan bahwa operasi diarahkan pada fasilitas dan elemen yang terkait dengan Hamas, menurut laporan yang dikutip dalam sidang Dewan Keamanan.
- 700.000 anak: jumlah anak usia sekolah yang kehilangan akses pendidikan, menurut pernyataan Nebenzia di PBB.
- Kerusakan infrastruktur: ribuan bangunan sekolah rusak atau hancur sejak konflik 2023.
- Gencatan senjata 2025: diberlakukan namun laporan menyebut operasi militer masih terjadi secara berkala.
Pernyataan dan sumber
Pernyataan tentang pendidikan dan kondisi kemanusiaan Gaza itu disampaikan oleh Nebenzia pada sidang resmi Dewan Keamanan di New York dan dipublikasikan melalui rangkuman laporan yang dikutip dari beberapa kantor berita internasional, termasuk ANTARA, Sputnik, dan RIA Novosti.
Dalam sidang tersebut, delegasi lain dan lembaga PBB juga sebelumnya telah memberikan gambaran tentang kesulitan menyalurkan bantuan kemanusiaan akibat hambatan akses, ketidakamanan di lapangan, dan kerusakan infrastruktur transportasi dan layanan dasar.
Latar belakang
Konflik yang melanda Gaza sejak 2023 telah menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur sipil, termasuk sekolah, fasilitas kesehatan, dan perumahan. Gangguan layanan pendidikan berdampak pada generasi muda yang sedang menjalani masa penting pembelajaran formal, sementara upaya pemulihan dan rekonstruksi menghadapi tantangan pendanaan, keamanan, dan akses logistik.
Dokumen dan pernyataan yang dibahas di Dewan Keamanan PBB menggarisbawahi seruan agar komunitas internasional meningkatkan bantuan kemanusiaan serta dukungan untuk pemulihan pendidikan di Gaza, termasuk rekonstruksi gedung sekolah, penyediaan materi pembelajaran, dan perlindungan terhadap akses anak-anak ke layanan pendidikan dasar.
Pelaporan perihal kondisi pendidikan di Gaza masih terus menjadi fokus perhatian sejumlah badan PBB dan organisasi kemanusiaan internasional yang bekerja di wilayah tersebut, yang memperingatkan dampak jangka panjang terhadap generasi muda bila akses pendidikan tidak segera dipulihkan.